Quick SLAMPP Stats

According to the stats system I maintain I get the following raw counts for SLAMPP download so far. Not bad for a new and relatively unheard Linux distribution. πŸ™‚

SLAMPP (1.0 + 1.1) : 44029 times
SLAMPPLite (1.0 + 2.0) : 14165 times

Of course these numbers are going to be higher if you also include additional stats from other sources as anyone can distribute SLAMPP freely.

Thank you for downloading, trying and using SLAMPP.

Coming Soon, SLAMPPLite 3.0

I just wanted to let you know that I am now in preparing to release the new version of SLAMPPLite. The upcoming SLAMPPLite will be released with version number 3.0, based on Slackware 12.0, using kernel 2.6.21.5, XAMPP1.6.4, improved hard disk/usb installer and the latest applications you can find under Slackware repository.

Furthermore I still focus on the use, the lightness, the easiness and the compactness of it. So, you will expect nothing fancy in this release. SLAMPPLite is just a generic Linux distribution that is ready for deployment.

I hope this new SLAMPPLite will be available by the end of this year. More information about this is coming soon. Thank you.

Update @ 15:06:

SLAMPP is listed on the Slack World as one of Slackware-based projects. Cool! πŸ™‚

Another SLAMPP Article

Today I accidentally found another SLAMPP article, titled ‘Live-Server SLAMPP Lite 2.0: Westentaschenserver‘ on the March 2007 edition of LinuxUser Germany, after randomly googling by typing “slampp” as the keyword. It mentions almost everything you can expect in SLAMPP Lite. Unfortunately it is written in German. So in order to read that article in a language you speak, you need another service to translate it. In this case I use Babelfish.

Thanks to Thomas Leichtenstern for writing this article. Happy reading! πŸ™‚

SLAMPP: Up and Go

First of all, I would like to apologize to all SLAMPP users, where ever you are in the world, for being lazy and so ignorant in the last few months. Due to my current job as a Measurement while Drilling/Logging while Drilling (MWD/LWD) Field Engineer which takes so much time of mine, I can not always resume my work on this project and spend some of my spare time in it. Sometimes I have to be on the field for a couple of weeks, far from civilization. Therefore I would like to ask your favor to have patience with me. This project is not going to be a dead project, just needs some time to recover from a major hardware failure of the server where I host SLAMPP. Now, with help of my best friend Harry, everything is running smoothly again. Thanks Harry for your kind assistance.

While I take care of everything to ensure the new development cycle of SLAMPP, I hope you still enjoy visiting that website and using SLAMPP. Please bear the mess you might find in your journey exploring SLAMPP on that website as it is not 100% ready yet.

See you in the next generation of SLAMPP, soon! πŸ™‚

T&T 2: Instalasi Linksys WMP54G PCI Adapter di Slackware

T&T berikut lebih kepada bagaimana mengaktifkan koneksi internet melalui perangkat wireless Linksys WMP54G 2.0 PCI Adapter. Tertarik dengan eksperimen yang sama ketika saya mencoba Ubuntu, saya berusaha membuat distro Slackware yang saya pakai sehari-hari juga dapat ber-internet-ria. Metode yang saya sajikan di bawah ini merupakan rangkuman dari thread berikut di forum SLAX. Cukup efektif dan siap pakai. πŸ™‚

Yang harus dipersiapkan adalah driver untuk adapter-nya, yaitu rt2500.inf dan rt2500.sys. Kedua berkas ini dapat diperoleh di CD instalasi Linksys. Selanjutnya kopi dan letakkan kedua berkas tadi di direktori kerja anda. Kita akan menggunakan bantuan ndiswrapper.

Buka konsol dan jalankan perintah-perintah berikut:

# ndiswrapper -i rt2500.inf
# ndiswrapper -i rt2500.sys
# modprobe ndiswrapper
# iwconfig wlan0 ap 00:00:00:00:00:00 < — diganti dengan kode Access Point yang anda miliki
# iwconfig wlan0 essid SOMESSID < — diganti dengan ESSID anda
# iwconfig wlan0 key open 000a000f00 < — diganti dengan WEP-key anda
# iwconfig wlan0 channel 6 < — diganti dengan channel yang anda pakai
# ifconfig wlan0 up
# dhcpcd -d wlan0

Jika tidak menggunakan DHCP, maka perintahnya akan seperti ini:

# ndiswrapper -i rt2500.inf
# ndiswrapper -i rt2500.sys
# modprobe ndiswrapper
# iwconfig wlan0 ap 00:00:00:00:00:00 < — diganti dengan kode Access Point yang anda miliki
# iwconfig wlan0 essid SOMESSID < — diganti dengan ESSID anda
# iwconfig wlan0 key open 000a000f00 < — diganti dengan WEP-key anda
# iwconfig wlan0 channel 6 < — diganti dengan channel yang anda pakai
# ifconfig wlan0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 up < — diganti dengan IP lokal yang anda pakai
# route add default gw 192.168.1.2 wlan0 < — lakukan ini jika gateway belum diset

Selanjutnya coba ping gateway, beberapa komputer di LAN dan ping ke luar LAN untuk mengecek koneksi.

Bagaimana, berhasil? Mudah-mudahan seperti itu. Tentunya perintah-perintah ini dapat diotomasi dengan menggunakan skrip yang dapat dijalankan sewaktu boot.

Selamat mencoba!

T&T 1: Instalasi Live CD Slackware

Mulai hari ini saya akan mencoba mengasuh sebuah kategori baru yang berjudul T&T (singkatan dari Tips dan Trik). Di kategori ini saya akan menyajikan sejumlah tips dan trik praktis tentang apa saja yang menurut saya menarik, yang saya peroleh dari internet atau sumber-sumber lainnya seperti dari pengalaman saya sehari-hari, obrolan sersan (serius tapi santai) dengan teman-teman, dan lain sebagainya. Jadi tidak melulu berceritakan tentang dunia Teknologi, Komunikasi dan Informasi. Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Indonesia. Mudah-mudahan informasi yang diperoleh di sini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

T&T 1: Instalasi Live CD Slackware

Sebenarnya menginstal Slackware tidaklah sesulit yang dibayangkan orang pada umumnya. Cara yang paling gampang agar distro Linux satu ini dapat berjalan langsung di komputer kita adalah dengan menginstalnya dari Live CD Slackware. Terserah varian mana yang anda gunakan, yang jelas instalasi dapat dilakukan manual sewaktu anda menjalankan Live CD tersebut. Terus, caranya bagaimana? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan yang saya rangkum dari forum SLAX.

  1. Jalankan Live CD Slackware yang ingin anda instal ke komputer. Tunggu sampai proses booting selesai dan Desktop Environment (bisa KDE, Gnome, Xfce, dll.) yang digunakan muncul di hadapan anda.
  2. Persiapkanlah dua partisi hard disk kosong, satu untuk menampung seluruh isi dari Live CD tadi dan satunya lagi untuk swap. Anda dapat menggunakan program partisi yang tersedia di dalam Live CD, seperti QtParted atau GParted. Bisa juga menggunakan cfdisk di konsol. Selanjutnya jangan lupa untuk membuat filesystem di partisi yang bukan untuk swap (ext2, ext3, reiserfs atau xfs). Besar partisi disesuaikan dengan standar yang dipakai oleh Live CD, sementara besar swap biasanya 2 kali besar RAM komputer yang dipakai. Petunjuk untuk mempartisi hard disk sudah banyak tersedia di internet. Silakan tanya kepada Paman Google yang baik hati untuk referensi lebih lanjut. πŸ˜›
  3. Setelah semuanya dilakukan, mount partisi yang baru dibuat tadi, contoh di /mnt/hda2 (tempat mount dapat disesuaikan dengan kondisi anda masing-masing, dalam hal ini Windows terinstal di hda1). Setelah di-mount, kopilah semua berkas dan direktori Live CD ke partisi yang dimaksud. Copy paste kode berikut jika anda ingin hasil yang cepat.

    cp –preserve -R /{bin,dev,etc,home,opt,lib,root,sbin,usr,var} /mnt/hda2

    mkdir /mnt/hda2/{boot,mnt,proc,sys,tmp}
    cp /boot/boot/vmlinuz /mnt/hda2/boot

  4. Kemudian mount proc dan dev, chroot hda2 dan konfigurasi boot loader LILO.

    mount -t proc proc /mnt/hda2/proc
    mount –bind /dev /mnt/hda2/dev
    chroot /mnt/hda2
    liloconfig

  5. Dalam kondisi ter-chroot, edit berkas /etc/lilo.conf dan simpan melalui editor favorit anda. Contoh berkas lilo.conf yang sederhana:

    boot = /dev/hda
    prompt
    timeout = 300
    vga=791

    image = /boot/vmlinuz
    root = /dev/hda2
    label = SLAMPP
    read-write

    other = /dev/hda1
    label = Windows
    table = /dev/hda
    boot-as=0x80

  6. Lalu, jalankan perintah /sbin/lilo -v untuk mengaktifkan konfigurasi LILO.
  7. Jika tidak ditemukan kesalahan, LILO anda sudah terinstal dan siap digunakan. Keluar dari chroot dengan mengetik perintah exit di konsol. Anda akan kembali ke lingkungan kerja Live CD.
  8. Ketik perintah reboot untuk me-restart komputer anda. Mari berdoa semoga tidak terjadi kesalahan yang berarti. πŸ™‚
  9. Tampilan menu LILO pun muncul menampilkan link ke sistem operasi distro linux Slackware dan Windows. Pilihlah yang linux untuk mentes apakah instalasi yang dilakukan tadi berjalan dengan baik.
  10. Selamat mencoba!

Lalu apa yang terjadi jika instalasi tidak berjalan semulus yang dibayangkan?

Jangan panik, bacalah selalu pesan kesalahan yang ditampilkan. Biasanya anda akan mengetahui permasalahannya ada di mana. Bila tidak bisa diselesaikan sendiri, jangan segan-segan untuk bertanya pada yang lebih tahu. πŸ™‚

Apakah Live CD Slackware tadi tidak memiliki program instalasi yang menjalankan semua proses instalasi di atas secara otomatis?

Sebagian besar distro itu sudah memiliki program yang dimaksud. Untuk itu silakan mencari informasi lebih lanjut di website pengembangnya. Jika tidak tersedia, cara manual di atas adalah cara yang paling efektif.

Apakah cara ini dapat diterapkan di distro lainnya selain Slackware?

Saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi secara prinsip, hal yang sama dapat dilakukan pada distro lainnya. Ada yang mau mencoba? πŸ˜‰

Mencoba Ubuntu

Sebenarnya saya sudah lama ingin mencoba distro Linux lainnya selain Slackware atau SLAMPP, distro yang saya buat untuk konsumsi server rumahan, untuk pemakaian desktop sehari-hari, tapi karena satu dan lain hal selalu tidak kesampaian. Pernah sempat tertarik dengan Mandriva, hanya saja saya merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang ada di sana. Hingga pada akhirnya saya mencoba Ubuntu.

Ubuntu

Saya mengenal Ubuntu sudah cukup lama. Mulai dari pertama kali dikeluarkan sampai sekarang, saya terus memantau perkembangan Ubuntu. Bisa dikatakan Mark Shuttleworth dan kawan-kawan telah berhasil mengemas Linux menjadi sebuah sistem operasi yang menarik dan mudah digunakan. Bahkan sekarang dengan berbagai varian yang ditawarkan membuat pengguna semakin bebas memilih. Terus terang saya tidak mempromosikan Ubuntu dengan menulis posting ini. Bagi saya semua distro Linux adalah sama dan patut diberikan perhatian yang serupa. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pemakainya saja.

Impresi pertamalah yang membuat saya tertarik untuk mencoba Ubuntu. FYI, saya menggunakan Ubuntu 6.06 LTS. Sewaktu diinstal, Ubuntu tidak memberikan kesalahan-kesalahan yang berarti pada komputer yang saya pakai. Bahkan perangkat koneksi nirkabel yang kami miliki di Brainmatics juga dapat terdeteksi dengan langsung dan bekerja dengan baik. Ada anekdot yang berlaku di rekan-rekan Brainmatics, jika ada distro Linux yang bisa menyambungkan kami langsung (dibaca: tanpa perlu konfigurasi lebih jauh dengan asumsi yang menggunakan Linux adalah pengguna sangat awam) ke internet melalui perangkat nirkabel yang ada, maka distro itulah yang akan dipakai. Kenapa bisa seperti itu? Karena dari sekian banyak distro yang pernah kami coba, baru ada dua distro yang dapat mengenal Linksys WMP54G 2.0 PCI Adapter yang kami pakai langsung sewaktu di-boot untuk pertama kalinya. Distro yang dimaksud adalah Mandriva 2006/2007 dan Ubuntu 6.06 LTS. Distro Linux lainnya harus dioprek terlebih dahulu supaya koneksi internetnya bisa jalan. Ya begitulah yang terjadi di kantor kami. πŸ˜€

Tentang aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalam Ubuntu, saya tidak dapat memberikan komentar banyak selain bagus. Entah karena merasa tidak ada yang baru atau apa, yang jelas saya tidak terlalu merasakan perbedaan yang berarti antara Ubuntu dengan Slackware, Mandriva, Fedora, atau distro-distro lainnya yang pernah saya coba. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Yang saya rasakan pada Ubuntu hanyalah kenyamanan dan kemudahan. Atas dasar itulah, saya akan mencoba Ubuntu sebagai desktop harian saya mulai hari ini. (Mudah-mudahan saja saya tidak lekas bosan πŸ˜› )

Oh ya sekedar informasi singkat, SLAMPP akan tetap dikembangkan. Jadi pengguna SLAMPP jangan khawatir distro tersebut akan hilang dari peredaran. Saat ini saya masih disibukkan dengan berbagai hal, sehingga belum dapat memberikan perhatian penuh pada pengembangan SLAMPP. Doakan saja sebelum pertengahan tahun ini versi terbaru SLAMPP sudah keluar. Terima kasih atas perhatian dan kesabarannya.

Quick News on Good Friday

Two good news I would like to share with you are the following:

  • My article “Membangun Situs Komunitas dengan Joomla!” or in English, “Building Community Website with Joomla!” will be released next week on Mei 2006 edition of PC Magazine Indonesia. I just got definitive answer from them not long time ago. You can read the abstract here (Indonesian). Please buy a copy of that magazine if you are interested with the topic. πŸ™‚
  • I recently notice that SLAMPP has been mentioned on LinuxUser Germany magazine and an article about it has been published on January 2006 edition. Read the full article online here (German). I already ordered the hard copy that magazine today and am looking forward to it. πŸ™‚

Have a nice weekend and enjoy your Easter holidays!

SLAMPPLite 2.0

I’m happy to announce you all the new release of SLAMPPLite. πŸ™‚

Here are some changes that have been made with this release:

  • Updated and upgraded existing applications included in previous SLAMPPLite Live CD
  • Powered by XAMPP 1.5.1 and now it exists as module (xampp_1_5_1.mo).
    It makes it easier to replace XAMPP when a new package is available. It can be found and put in /modules directory on the Live CD
  • Based on Slackware current
  • Used linux kernel 2.6.16
  • Compiled with Linux Live scripts 5.4.1
  • Added NASLite File Servers applications of Server Elements for SMB, FTP and NFS. They can be found under /tools directory of CD.
    These amazing tools have been added as they are found to be useful. More information about NASLite can be read here. Thanks to Server Elements for letting me include their softwares.
  • Added Abiword 2.4.1.
    The intention was to make you more productive while using Live CD. πŸ˜‰
  • Added Freerock GNOME support via slapt-get.
    In case you want to install GNOME.
  • New hard disk installation program provided by Nonux
  • Web documents installation scripts is now separated from XAMPP boot scripts. You can execute it from Xfce menu, or manually:
    # bash /opt/slampp/install.sh
  • Fixed fstab

Get your copy of SLAMPPLite over here, as usual, via Sourceforge.net.
MD5: a8a07442c7e9ff8afb8bd75d3b341e7f

BitTorrent download is not available yet. In case someone has set it up, please let me know. I will include your links on the SLAMPPLite’s page.

I hope you’re going to enjoy it. Have fun!

SLAMPPLite 1.0

As I ever promised before, a lite version of SLAMPP is now available for public download. It contains only essential server applications and other tools that will support your web development work. To keep SLAMPPLite small and make it easy to update, I’ve chosen to include a ready made solution called XAMPP, developed by nice people at Apache Friends. One of its founder, Kai ‘Oswald’ Seidler, has let me know that I may include XAMPP to this release. Thanks Oswald for your warm welcome. I really appreciate that. πŸ™‚

What you will see in SLAMPPLite shall give you an idea how the next ‘big’ SLAMPP would look like, although not all features are shown. A new linux kernel 2.6.14.3 has been used. To compile all things into a live CD, I also updated the linux live scripts which will be available for you to use as well. You can use it to edit or remaster SLAMPPLite if you have intention to do so in the future. Furthermore, one of the benefits having XAMPP on board is that you will always be updated with the latest development of softwares included in SLAMPPLite. So, you don’t have to be worried about doing it yourself.

I was planning to re-compile SLAMPPLite each time a new version of XAMPP is released. But as I realize that I myself don’t have much time to do this work and at the same time don’t want you to be upset, I promise to make a new release every two months. How does it sound to you? πŸ™‚ I hope you don’t mind, will you?

Alright, all that being said, without further delay you can get SLAMPPLite through this link:

SLAMPPLite 1.0 (204 MB)
MD5: dc937a8e80b6292b728bc943a9503898

Visit SLAMPPLite’s homepage.
Read the changelog here.

One happy news for us, the development of SLAMPPLite is now supported by SourceForge.net. Something that the standard SLAMPP actually needs. But due to some reasons SF.net has rejected my application, so temporary we have to be self-sufficient in distributing the standard SLAMPP. So far everything just goes well. Nothing to complain. Thanks to all parties that show their support to this project. Without you guys, SLAMPP will not be growing like this and gaining its popularity.

Enjoy SLAMPPLite!

Update (Dec 09, 2005):
– The Linux live scripts that have been used to compile SLAMPPLite 1.0 are now available for download.
– DistroWatch.com has mentioned SLAMPPLite on its frontpage today. Read the news over here. Thanks Ladislav. πŸ™‚