Gempa bumi di Padang dan sekitarnya

Sebagai orang yang pernah hidup dan besar di ranah Minang (Bukittinggi dan Padang, +/- 10 tahun), rasanya kabar bencana gempa bumi yang terjadi kemarin membuat saya sedih sekaligus terhenyak dan tertegun. Tiba-tiba kenangan masa kecil melintas dan menghiasi pikiran saya dua hari ini. Indahnya pemandangan, eloknya jejeran bebukitan yang membentuk Bukit Barisan, keramahan dan senyum penduduk lokal dan tentunya tidak terlupakan nikmatnya masakan rumah asli Minangkabau. Semuanya telah menjadi satu bagian terpenting dalam hidup ini dan membentuk kepribadian saya dalam banyak hal. Saya bahkan menganggap Minangkabau adalah rumah kedua setelah kampung halaman, Palembang. Jika ditanya, apakah saya masih bisa berbahasa Minang dan mengetahui adat istiadatnya? Oh tentu saja. Mungkin di beberapa segi saya lebih Minang daripada orang Minangnya sendiri hehehe… (bercanda) 🙂

Walau gempa bumi kemarin bukanlah yang pertama kali terjadi di Padang dan sekitarnya, saya tetap khawatir akan keselamatan teman-teman dan sanak kerabat di sana. Wahai sobat-sobatku, alumni SDN 14 Bukittinggi, alumni SMP 5 Bukittinggi angkatan 1992-1995, alumni SMU 2 Bukittinggi angkatan 1995, alumni SMU 4 Padang angkatan 1995-1998, apa kabarmu hari ini? Tetangga-tetanggaku di Kompleks Inkorba, Bukittinggi, dan Aur Duri Indah, Padang, bagaimana situasi di sana? Semoga semuanya selamat, berada dalam keadaan sehat wal’afiat, dan tidak ada yang menjadi korban akibat gempa bumi kemarin. Amin.

Bantuan kita dalam bentuk apa saja sangatlah diharapkan oleh masyarakat yang tertimpa bencana. Oleh karenanya marilah kita sisihkan sebagian dari harta kita untuk meringankan beban mereka. Jika anda dapat menyalurkannya langsung tentu lebih afdol, tapi jika tidak bisa, maka salurkanlah melalui badan-badan resmi yang telah ditunjuk. Kepada para penyalur bantuan, bersikaplah jujur dan amanah. Insya Allah semua amal baik anda akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa dengan balasan yang berlipat ganda.

64

Bendera IndonesiaMerdeka!

Hari ini tepat enam puluh empat tahun sudah kita merdeka. Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Republik kita yang tercinta, teman-teman!

Sekedar tambahan informasi, pada hari ini juga anakku, Kalinda, berumur tujuh bulan. Selamat ya Nak. I love u!

Selamat dan Lanjutkan!

Berdasarkan hasil penghitungan suara cepat (quick count) yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survey hingga malam hari ini, pasangan Bapak SBY-Boediono jauh memimpin pengumpulan suara, mengungguli kedua pasangan Presiden/Wakil Presiden yang lainnya. Hasil ini belum dapat dijadikan pegangan resmi, karena penghitungan suara di KPU masih berlangsung sampai beberapa hari ke depan. Walaupun demikian, saya (dan mungkin juga anda) yakin hasil resminya nanti tidak akan jauh berbeda dengan hasil yang ada sekarang. Dan ini telah kita saksikan bersama dalam pemilihan-pemilihan sebelumnya.

Oleh karena itu, rasanya tidaklah terlalu dini dan berlebihan sekiranya saya mengucapkan selamat kepada Bapak SBY-Boediono atas kemenangan ini. Semoga Bapak dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik dan maju di masa lima tahun mendatang. Amin.