Tiga Tahun

وَالْعَصْرِ demi masa…

Demikian Allah berfirman dalam Al Quran, Surat Al ‘Ashr ayat 1.

Waktu memang berjalan dengan cepat sekali. Hari demi hari, bulan demi bulan hingga tahun demi tahun berlalu tidak terasa. Usia pun  semakin bertambah, tubuh kian melemah, dan warna rambut pun mulai berubah, namun ada satu dari sejumlah hal dalam hidup ini yang tidak pernah lekang oleh waktu, Insya Allah. Yakni, cintaku pada istri tersayang. 🙂

Hari ini tepat sudah tiga tahun kami membina keluarga. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, teman. Banyak hal yang telah terjadi. Namun belum ada satu pun yang dapat menggoyahkan hati kami. Di tengah berbagai keterbatasan yang kami miliki, kami dapat bertahan dan cinta kami terus berkembang.  Kebahagiaan ini kemudian terasa lebih lengkap setelah kami dikaruniai seorang putri yang cantik dan sehat di awal tahun ini. Alhamdulillah. Allah masih menyayangi kami dengan terus memberikan nikmat dan karuniaNya. Semoga kami bukanlah termasuk orang-orang yang kufur nikmat.

Kepada istriku tersayang, maafkan aku yang belum dapat memenuhi semua janjiku padamu dalam rentang waktu tiga tahun ini. Mungkin aku juga telah banyak mengecewakan dan menyakitimu melalui ucapan dan perbuatanku. Untuk itu, sekali lagi aku mohon maaf. Sering kali hati ini menangis karena ketidakberdayaanku dalam membahagiakanmu dan anak kita.  Walaupun dirimu dan anak kita ikhlas menerima apa adanya, tapi aku ingin sekali dan tetap berusaha memberikan yang lebih pada kalian. Istriku, terima kasih atas kesediaanmu mendampingiku melewati masa-masa sulit seperti sekarang. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaanmu selama ini. Semoga Allah senantiasa menyatukan kita, melimpahkan hidayah dan karuniaNya serta memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga kita dapat membesarkan dan mendidik anak kita hingga ajal menjelang. Amin.

Mengutip ucapan Mbah Surip (Alm),

“I love you full, mijn schatje

Advertisements