Malu Bermewah-mewah?

Demikian judul sebuah artikel yang saya baca di Antara News hari ini. Menarik juga mengetahui bahwa di Amerika Serikat saat ini muncul sebuah kesadaran sosial atau trend, yang pelan tapi pasti, di mana orang-orang kaya di sana kini enggan memamerkan kemakmuran hidupnya secara berlebihan, sebaliknya cenderung menyembunyikan gaya hidupnya dari publik. Mengutip sebagian isi artikel yang dimaksud,

Dulu, perancang fesyen terkenal Coco Chanel menyebut kemewahan sebagai “kebalikan dari kekasaran (vulgaritas),” tetapi di masa resesi seperti sekarang, hidup bermewah-mewah justru dianggap sebuah kekasaran atau ironi besar.

Orang-orang super tajir kini berpelisir tanpa ingin terlihat berpamer diri dan menjauh dari hidup berfoya-foya sehingga muncul istilah “jengahnya orang-orang kaya.”

Saya kemudian terusik dengan pikiran sendiri, “Akankah kesadaran ini juga muncul di negara kita?” Sepertinya kita perlu membiasakan hidup sederhana, tidak boros dan peduli sesama.

Silakan baca artikelnya secara lengkap di sini, Tatkala Orang Kaya Malu Bermewah-mewah. (Antara)

Advertisements

4 thoughts on “Malu Bermewah-mewah?

  1. pertanyaan yg kurang lebih mirip: akankah masyarakat kita lebih senang menggunakan produk dalam negeri ketimbang luar negeri? :d

  2. Ya, amerika kan cuma ikut-ikutan Indonesia. Jelaslah Indonesia sudah lebih dulu menerapkan pola hidup sederhana, kan kita bangsa yang religius, bermoral. Akhirnya terbuka juga mata masyarakat amerika — yang selama ini telah diperdaya oleh iblis Yahudi — untuk mengikuti langkah Indonesia.

  3. Kembali berulang, moralitas para nabi lebih dulu diterapkan oleh masyarakat yang menyatakan dirinya sekuler, sementara moralitas masyarakat yang mengaku beragama (religious) ini seperti biasa makin jauh dari ajaran para nabi.

    Tahun ini, tahun baru 1 Muharam cuma beda 2 hari dari tahun baru 1 Januari.

  4. Kadang kita sering menilai salah apa yang disebut mewah. Bagi seorang Donald Trump adalah sebuah kewajaran untuk menerapkan pola yang sesuai dengan gaya hidupnya. Mungkin bagi kita itu suatu kemewahan, namun bagi dia adalah sebuah hal yang normal. Mungkin kalau kita hitung, jas nya dia bisa bernilai $5000 per set dan itu adalah suatu yang wajar bagi dia. Mewah itu relatif dan subjektif. Yang penting adalah rasa peduli bagi sesama.

Comments are closed.