Catatan dari Lapangan (1)

Kemarin merupakan awal liburan saya yang ketiga kali dalam dua bulan terakhir di lapangan. Liburan pertama saat seksi 17 1/2″ selesai pada tanggal 30 Mei yang lalu. Pada saat itu saya hanya memperoleh libur 5 hari. Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan seksi 12 1/4″ yang dimulai pada tanggal 5 Juni hingga 10 Juni 2007. Saat itu pekerjaan tidak dapat diselesaikan karena casing collapse, sehingga semua orang Directional Drilling, termasuk personil MWD/LWD-nya dipulangkan sambil menunggu Whipstock datang dan sidetrack lubang sumur pun dilakukan. Ketika sidetrack akan dimulai, saya dan tim kembali dipanggil pada tanggal 17 Juni 2007 untuk membantu proses pengalihan lubang sumur ke arah yang baru. Alhamdulillah semua proses sidetrack, mulai dari milling, whipstock, junk basket hingga magnet dapat dilakukan dengan baik.

Dengan selesainya sidetrack lubang sumur dengan arah baru, pekerjaan seksi 12 1/4″ dapat dilakukan lagi. Dengan tim yang berjumlah 6 orang, yang terdiri dari 2 DD (Directional Driller), 2 LWD (Logging-while-Drilling) engineers dan 2 MWD (Measurement-while-Drilling) engineers,kami melakukan shift setiap 12 jam sekali, di mana saya selalu kebagian dinas malam. Walaupun demikian, setiap orang dituntut siap 24 jam dalam kondisi apa pun juga. Jika terjadi apa-apa dengan downhole tool yang dimasukkan ke dalam lubang sumur, software yang bermasalah, atau hal-hal lainnya yang terjadi tiba-tiba, maka saat itu juga, in real time, harus dicari solusinya. Di sinilah menurut saya letak tantangan kerja di lapangan. Kemampuan motoris, pikiran dan analisa, dan kesiapan fisik dan mental harus saling mendukung dan bekerja sama. Acap kali, semua itu tidaklah selalu sinkron. Ketika tubuh dipaksa begadang lebih dari dua hari, dengan asupan makanan yang seadanya dan ditambah dengan otak yang selalu bekerja, itu saja sudah cukup membuat kita down. Jika tidak hati-hati dan waspada, maka kemungkinan besar kecelakaan kerjalah yang akan terjadi. Selama proyek ini berlangsung, saya telah menyaksikan dua kecelakaan yang cukup tragis. Pertama ketika seorang roughneck patah lengan kanannya terjepit drill pipes yang masing-masing tingginya sekitar 90 feet. Kecelakaan kedua terjadi persis sehari sebelum saya pulang kemarin. Seorang roughneck kembali harus merelakan gigi-giginya rontok, mulut sobek hingga ke telinga, dan dada yang memar-memar karena sebuah power torque lepas dari jalurnya mengenai orang tersebut. Untung keselamatan kerja di rig sangatlah diperhatikan, sehingga ketika kecelakaan kerja terjadi, semua pihak langsung bergerak guna menyelamatkan jiwa korban.

Di satu sisi, kerja di lapangan terutama di bidang eksplorasi minyak dan gas memiliki risiko yang sangat tinggi, dengan taruhan paling akhir adalah nyawa. Tapi di sisi yang lain, masih banyak saja orang-orang yang berlomba untuk dapat bekerja di bidang ini. Semua ini tak lain dan tak bukan karena insentif yang diberikan. Setiap orang yang bekerja di lapangan, selain memperoleh basic salary, mereka juga akan memperoleh daily bonus yang nilainya bervariasi bergantung kepada skill, pengalaman/jam terbang, dan bidang yang digeluti. Biasanya orang-orang yang bekerja di bidang Directional Drilling (DD), mereka inilah yang memperoleh bonus paling besar. Bidang-bidang seperti Mud Logging, Cementing, Casing, Mud Engineering, Rig Crews, dan lain-lain, mereka memiliki standar bonus di bawah DD. (Koreksi saya jika pengamatan ini salah. 🙂 ) Tidak munafik, jika yang dicari kebanyakan orang sebenarnya adalah penghasilan yang (super) besar tersebut baik dalam rupiah maupun dollar.

Terus, apa yang membuat saya tertarik menggeluti bidang ini?

  • Ilmu pengetahuan tentang minyak
  • Pengalaman kerja di lapangan
  • Jaringan kerja yang luas
  • Penghasilan

Kemudian, apa implikasinya terhadap bidang yang saya geluti sebelumnya (Dunia IT, Web Programming dan Open Source)?

Yang jelas, waktu untuk ngoprek sangat jauh berkurang, apalagi mengikuti dan mengamati tren/perkembangan dunia web programming dan open source. Walhasil, para pengunjung mendapati weblog ini tidak ter-update untuk sekian waktu lamanya. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada anda. Walaupun demikian, saya akan tetap berkomitmen memberikan kontribusi, semampu saya, kepada perkembangan open source jika kondisi memungkinkan. Yang saat ini ingin saya coba adalah meng-open source-kan aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Alhamdulillah sudah beberapa aplikasi dapat dicarikan alternatifnya, seperti untuk pengeditan gambar, pdf creator, aplikasi office dan aplikasi entertainment untuk musik dan video. Sayang untuk aplikasi utama MWD/LWD-nya masih proprietary. Jika itu pun berhasil dicarikan alternatifnya, apa kata dunia nanti… (mengutip ucapan Nagabonar dan Bonaga dalam Nagabonar Jadi Dua hehe…)

Sampai jumpa di catatan berikutnya. Semoga sukses kawan-kawanku semua!

Advertisements

One thought on “Catatan dari Lapangan (1)

Comments are closed.