Himbauan Berpartisipasi dalam Creative Commons (CC) Indonesia

Apa yang akan saya sampaikan berikut ini mungkin sudah pernah diajukan sebelumnya di berbagai forum dan milis internet di Indonesia. Isu yang sudah lama diangkat dan didiskusikan, tapi entah kenapa sampai sekarang belum ada realisasinya. Sementara di berbagai sisi kita bangsa Indonesia tidak kurang akan sumber daya. Mungkin saya terlalu idealis dengan mengemukakan hal ini, tapi saya berharap mudah-mudahan tulisan ini memberikan stimulasi baru dalam wacana yang ada.

Latar Belakang dan Himbauan

Ceritanya seperti ini. Kurang lebih tiga minggu yang lalu saya mengunjungi situs web Creative Commons (CC) melalui link yang ada di blog saya. Berawal dari ketertarikan menelaah dan memahami apa sih sebenarnya isi dari lisensi yang saya pakai selama ini. Tentunya akan lucu sekali jika saya tidak tahu hak dan kewajiban saya. Sekedar informasi, saya menggunakan sejumlah lisensi di blog ini. Yang paling sering digunakan adalah GNU General Public License untuk software dan Creative Commons Attribution-ShareAlike untuk karya tulis. Sampai saat ini saya cukup puas dengan kedua lisensi tersebut untuk melindungi hasil karya yang ada.

Kemudian mata pun beralih mengunjungi sejumlah bagian lain dari situs web CC. Sampai pada bagian ini, CC Worldwide. Di sana dapat dilihat implementasi CC di berbagai negara. Yang pertama kali hadir di pikiran saya, apakah sudah ada CC untuk Indonesia? Ternyata belum ada. Dari Asia, baru Cina, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan yang sudah memiliki CC sendiri dan beroperasi. Yang selanjutnya akan disusul oleh India, Filipina dan Singapura dalam waktu dekat ini. Hasil pencarian di Google membawa saya ke blog Mas Enda yang menulis, Creative Commons Malaysia. Dengan gaya bahasanya yang lugas, Mas Enda memberikan sentilan kepada pembaca blognya, “after that, porting CC licenses to Indonesia couldn’t be that hard, right? any takers in Indonesia? 🙂 ” Saya sempat tertegun sejenak dan berpikir, apakah benar semudah itu? Saya pun kembali ke situs web CC dan mencari siapa yang dapat saya hubungi untuk mengajukan pertanyaan itu. Walhasil, saya memperoleh alamat email dari Christiane Asschenfeldt, Creative Commons International Executive Director.

Pada awalnya korespondensi saya dengan dia berjalan pelan. Karena setelah mengirim e-mail, saya tidak memperoleh balasan dari pihak CC selama 3 minggu. Hingga dua hari yang lalu, asisten Ibu Christiane ini menghubungi saya sekaligus memberikan informasi bahwasanya sudah ada dua orang selain saya yang menghubungi mereka, menanyakan hal yang sama. Kedua orang yang dimaksud adalah Uung H.R. Bhuwono dan Tantowi. Di dalam e-mailnya diikutsertakan juga pedoman resmi CC dalam mengadaptasi lisensi-lisensi CC yang ada ke yurisdiksi negara setempat. Singkat cerita, saya pun berhasil menghubungi Sdr. Uung. Kami sempat berdiskusi yang kemudian menghasilkan kesimpulan, tidak mudah untuk mengadaptasi CC ke Indonesia jika dilakukan oleh segelintir orang saja tanpa bantuan pihak luar. Lisensi-lisensi yang ada tidak hanya sekedar diterjemahkan saja tapi juga disesuaikan dengan kondisi negara setempat dalam memberikan perlindungan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Untuk itu, dan memang juga menjadi salah satu persyaratan yang diminta CC, paling tidak ada satu badan hukum atau LSM yang mendukung proses adaptasi ini. Sdr. Uung juga menambahkan, mencari seorang pengacara atau ahli hukum yang pro bono sangatlah susah. Atau paling tidak itu hasil usaha yang telah dilakukannya selama ini. Saya sendiri, terus terang, tidak mengerti hukum. Begitupula dengan Sdr. Uung. Jika kami berdua yang mengerjakannya, tentu lisensi CC yang dihasilkan patut dipertanyakan keakuratan dan keabsahannya. 😉 Akhirnya kami sepakat untuk menghimbau teman-teman sekalian dari berbagai komunitas yang ada untuk bersama-sama memikirkan hal ini dan mencari jalan keluarnya. Pedoman CC yang dimaksud di atas dapat di-download di sini. (PDF, 602 KB) (Terima kasih Ibu Christiane dari CC yang telah memberikan izin kepada saya untuk mempublikasikan pedoman ini / Thank you Ms. Christiane for giving me your permission to publish the guidelines publicly to Indonesian communities. )

Kenapa saya tertarik mengusung ide ini dan melakukan himbauan?

Secara pribadi, karena saya suka menghargai orang lain dan hasil-hasil karyanya. Saya ingin hasil karya tersebut dapat dinikmati bersama tapi tanpa mengurangi hak dari penciptanya. Mereka juga butuh hidup dan penghargaan. Walau kita ketahui bersama, pembajakan akan hak cipta dan kekayaan intelektual adalah praktek yang sering terjadi di Indonesia dan sepertinya sulit untuk diberantas (kita tidak akan berdiskusi panjang lebar di sini karena sudah pasti ada yang pro dan kontra), paling tidak ada niat dan ikhtiar dari kita semua untuk melakukan yang benar. CC hadir tidak untuk menggantikan hak cipta dan hak paten yang sudah ada, tapi memberikan batasan sampai sejauh mana si pengguna dapat memanfaatkan hasil karya yang dimaksud. Di situs webnya CC menegaskan:

Offering your work under a Creative Commons license does not mean giving up your copyright. It means offering some of your rights to any member of the public but only on certain conditions.

Some rights reserved, bukan All rights reserved. Di sanalah esensinya.

Kemudian, didukung dengan banyaknya jumlah pengguna lisensi CC di Indonesia, terutama para blogger. Mereka memasang lisensi di blog-blog mereka sesuai dengan isi dan misi yang hendak dicapai, yang saya harap tentunya tidak menjadi sebuah trend belaka. Berlomba-lomba menggunakan lisensi, tapi tidak paham esensi dari lisensi yang dipakai. Mengutip kembali tulisan Mas Enda, Apakah Blogger = Jurnalis?, sudah sewajarnya hasil karya tulis para blogger ini dilindungi guna menghindari penjiplakan atau plagiarism.

Selanjutnya, tidak semua teman-teman kita menguasai bahasa Inggris dengan baik, yang menjadi bahasa pengantar lisensi CC yang dipakai. Sungguh tidak mengenakkan jika kita melihat teman-teman kita dipermainkan oleh orang lain terutama bangsa asing karena ketidaktahuannya. Knowledge is power, kata orang Inggris. Nah, kenapa tidak kita transfer knowledge tadi ke dalam bahasa kita sehingga kita menjadi kuat dan besar? Kita sudah cukup lama dijajah, inilah saatnya untuk menunjukkan bahwa bangsa kita patut diperhitungkan. Bahasa adalah senjatanya. Oleh karena itu, CC seyogyanya, cepat atau lambat, juga hadir dalam bahasa dan yurisdiksi bangsa Indonesia.

Saya tidak bermaksud untuk menggurui rekan-rekan semua dengan melakukan himbauan ini. Karena saya sadar akan keterbatasan yang saya miliki. Saya hanya ingin menggugah kita semua dan bersama-sama merealisasikannya. Alangkah indahnya, dibalik keterpurukan kita sebagai bangsa di sejumlah bidang kehidupan, dapat terkompensasi dengan keberhasilan di bidang-bidang yang lain. Lahan untuk berbuat dan membawa perbaikan masih terbentang luas. Tinggal bagaimana kita mengolahnya saja. 🙂

Baiklah, tanpa memperpanjang uraian, kepada rekan-rekan yang ingin dan bisa membantu proyek CC Indonesia ini, silakan menghubungi saya atau meninggalkan pesannya di kotak komentar. Mohon memberikan sumbangsih yang konstruktif.

Terima kasih.

Referensi:
Creative Commons
Enda Nasution’s Weblog

Hak Cipta
Logo dan pedoman lisensi CC adalah hak cipta dan hak milik dari Creative Commons.

Advertisements

4 thoughts on “Himbauan Berpartisipasi dalam Creative Commons (CC) Indonesia

  1. Masalah copyleft, blog disclaimer, perlindungan terhadap blogger adalah masalah bersama.
    Sejak lama tertarik di bidang ini, pernah menawarkan bantuan di Teknologia (saat diskusi masalah Disclaimer), tapi berhenti hanya sebatas wacana saja.

    Jadi, sudah waktunya “aksi”.
    Saya siap membantu, mas Kemas.

  2. karena posting ttg CC Malaysia itu sempat ada yg ngehubungin saya dari Malaysia, siap bantu katanya kalau perlu.

    kayaknya memang butuh laywer di bidang hak cipta karena mau ga mau CC License Indonesia harus disesuaikan dengan peraturan/hukum hak cipta di Indonesia.

    kalo ga salah di ITB ada kantor HAKI, coba saya cek-cek deh bisa dihubungi ga.

  3. Terima kasih semuanya atas komentar yang telah diberikan. Saya senang sekali teman-teman bersemangat dalam menyikapi inisiatif ini.

    Mas Enda, terima kasih. Semoga saja mereka bisa dihubungi dan mau diajak kerja sama. Jika mereka butuh dokumentasi atau apapun juga, jangan segan-segan untuk menghubungi saya kembali.

    Proyek ini membutuhkan seorang pimpinan proyek yang akan berkomunikasi langsung dengan pihak CC pusat dan sebuah organisasi yang memberikan dukungan terhadap proyek ini. Organisasi tersebut bisa kantor hukum atau bisa juga organisasi lain/LSM yang bergerak di bidang HAKI. Petunjuk lebih lanjut bisa dibaca di pedoman yang telah diberikan di atas.

Comments are closed.