Selamat Jalan Pak Radius…

Kemarin, Indonesia telah kehilangan kembali salah satu begawan ekonominya, Bapak Radius Prawiro. Seorang sosok Bapak yang sangat bersahaja dan memiliki segudang ilmu dan prestasi ini meninggal dunia di Munich, Jerman, akibat serangan jantung. Demikian informasi yang saya peroleh dari berbagai media massa di Indonesia, Kamis, 26 Mei 2005.

Walau saya baru bertemu beliau sekali dalam sebuah kesempatan makan malam di Rotterdam beberapa tahun yang lalu, kesan yang saya peroleh begitulah mendalam. Beliau orangnya sangatlah simpatik dan perhatian, terutama kepada kami anak-anak didiknya. Berulang kali beliau bercerita tentang pengalaman hidupnya di Belanda ketika beliau masih sekolah di Nederlandse Economische Hogeschool (NEH) Rotterdam (sekolah ini yang nantinya menjadi cikal bakal Erasmus University Rotterdam) dan bergabung dengan salah satu perkumpulan mahasiswa Belanda di sini. Saya yang waktu itu masih berumur 19-20 tahun hanya menyimak dengan seksama apa yang beliau sampaikan sembari mengkhayal, “Wah, andaikan aku seperti dia…” Mungkin pertemuan singkat tersebut tidak berarti banyak bagi beliau, tapi paling tidak telah menoreh sejarah baru dalam kehidupan saya.

Selamat jalan Pak Radius…
Semoga almarhum diterima di tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kesabaran dan ketabahan.

Salam hangat dari kami, Kecambah, di Belanda…