Spam di E-mail dan Weblog

spam (n)
Unsolicited e-mail, often of a commercial nature, sent indiscriminately to multiple mailing lists, individuals, or newsgroups; junk e-mail.

Source: dictionary.com

Setelah membaca beberapa artikel berikut yang ditulis oleh rekan-rekan blogger di Indonesia dan di luar negeri tentang Spam, akhirnya saya tergelitik juga untuk menulis sesuatu mengenai topik yang satu ini.

Artikel-artikel yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Ibarat virus, worm, dan sejenisnya, spam sekarang juga telah menjadi momok bagi sebagian besar pengguna internet. Berawal dari kampanye marketing produk-produk komersial melalui pos yang kemudian beranjak merambah dunia maya yang sekarang kita sebut dengan internet. Spam melalui e-mail bisa dikatakan sudah terlalu biasa. Hampir setiap pengguna internet yang memiliki e-mail, pasti pernah menerima e-mail- e-mail yang berisikan spam, diminta atau tidak diminta. E-mail- e-mail yang demikian sering kita sebut juga dengan junk e-mails. Bisa dibayangkan betapa jengkelnya apabila suatu ketika kita membuka inbox e-mail, e-mail- e-mail yang masuk malah berasal dari pengirim yang tidak kita kenal dan kita harus menghapusnya satu per satu. Kalau satu dua e-mail masih lumayanlah, tapi bagaimana kalau e-mail yang masuk itu sampai puluhan bahkan ratusan? Wow!!! Apalagi bila di antara spam e-mail tersebut ada yang mengandung virus atau worm. Alamak, bisa pusing tujuh keliling kepala ini… ?!?

Lalu apakah tidak ada cara untuk mengatasi spam e-mail ini? Jawabannya tentu saja ada. Berbagai alat dan metode telah dikembangkan untuk memerangi spam ini. Mulai dari yang cara kerjanya sederhana seperti menfilter e-mail yang masuk berdasarkan pengirim, subyek, dlsb. hingga yang sifatnya heuristic dan self-learning. Ibarat anjing pelacak jenis bloodhound, alat atau metode ini melacak setiap e-mail yang masuk berdasarkan karakteristik-karakteristik khusus yang terdapat di e-mail tersebut. Semakin sering ia berlatih dalam ‘mengendus’, semakin canggih alat/metode ini. Namun satu hal yang mungkin telah kita sadari semua, tidak ada satu pun alat/metode yang dapat menahan lajunya spam e-mail ini. Yang dapat kita lakukan adalah mengurangi jumlah dan meminimalisir efek yang ditimbulkannya. Terkadang, disiplin pribadi dalam ber-internet juga dituntut. Atau, dengan arti kata lain:

  1. Jangan berikan alamat e-mail dan berbagai informasi pribadi anda lainnya begitu saja kepada pihak yang tidak anda kenal.
  2. Periksalah kembali apakah mereka memiliki Privacy Statement dan Terms of Use yang jelas dan terikat.
  3. Jika anda meletakkan alamat e-mail anda di situs pribadi, usahakan untuk meng-enkrispsi-nya. Biasanya para e-mail harvesters (orang-orang yang mengumpulkan alamat e-mail yang kemudian dijual atau digunakan untuk spam) akan mengunjungi setiap situs yang ada dan mengambil berbagai informasi pribadi si pemilik situs, seperti alamat e-mail.
  4. Jika, oleh karena satu dan lain hal, anda tidak bisa meng-enkripsi alamat e-mail anda, sementara anda ingin orang lain, pengunjung situs anda, mengirimkan feedback, maka gunakanlah formulir kontak. Dengan demikian, risiko orang lain tahu alamat e-mail anda semakin kecil.
  5. Tapi, janganlah pula terlalu phobia dengan spam ini. Karena jika anda sudah sampai pada tahap ini, itu juga tidak baik jika ditinjau dari segi psikologi. Santai saja. 🙂 Bila perlu, ganti alamat e-mail anda de
    ngan yang baru. Buat beberapa alamat e-mail untuk semua keperluan anda. Jika satu sudah dikenal oleh spammer, makan nonaktifkanlah alamat tersebut.
  6. Cara-cara lain dalam mengatasi spam e-mail ini dapat anda cari sendiri di internet. Gunakanlah Google dan mesin pencari sejenisnya. Terapkanlah cara/alat/metode mana yang sesuai dengan kondisi anda.

Nah, permasalahannya sekarang adalah, para spammers (orang-orang atau perusahaan yang menyebarluaskan spam) ini tidak merasa cukup menyampaikan ‘pesan-pesannya’ melalui e-mail. Target selanjutnya adalah weblog.

weblog (n)
a personal Web site that provides updated headlines and news articles of other sites that are of interest to the user, also may include journal entries, commentaries and recommendations compiled by the user; also written web log, Weblog; also called blog

Source: dictionary.com

Lalu, kenapa weblog? Terus terang, saya sendiri kurang tahu kenapa weblog sekarang menjadi sasaran spam. (Tentunya tidak akan jauh dari hal-hal yang bersifat marketing dan komersial) Yang saya tahu hanyalah ketika situs pribadi saya, kyantonius.com, diserang oleh spammers beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, kalau tidak salah, dalam sehari saya bisa memperoleh sekitar 50 hingga 100-an comment spams, yang tersebar di seluruh entries yang terdapat di weblog saya yang menggunakan MovableType. Ekpresi pertama yang saya peroleh adalah, kaget! dan marah. Kemudian, saya pun mencoba mencari remedi untuk menghilangkan semua comment spams tersebut. Saat itu saya menemukan alat ini, MT-Blacklist, dan segera menggunakannya. Alhamdulillah manjur. Tapi, keesokan harinya comment spams pun muncul kembali. 😦 Kali ini menggunakan identitas yang berbeda dari yang sebelumnya. Ooh!!! Sudah terbayang di kepala ini, proses re-building yang akan memakan waktu yang lama plus kepala pusing…

Merasa MT-Blacklist kurang manjur, saya pun mencari kembali plugin MT yang lain yang dapat membantu saya mengurangi laju masuknya spam tersebut. Tapi setelah dicari-cari, tidak ketemu juga. Walhasil, untuk beberapa saat lamanya, MT-Blacklist menjadi teman setia saya dalam membasmi comment spams yang mampir di weblog. 🙂 Sebenarnya saya pernah mendengar dan membaca senjumlah entries di beberapa weblog yang menyarankan untuk menutup semua komentar yang ada pada entries yang lama. Tapi, karena tidak tahu bagaimana cara mengimplementasikannya, akhirnya saya diamkan saja. Sampai pada suatu masa, saya pun menyerah dan mengganti software weblog saya dari MovableType ke WordPress (WP).

Proses peralihan ini rupanya membawa hikmah juga. Semenjak saya mengunakan WP, sampai saat ini belum ada satu pun comment spams yang masuk ke weblog saya. Alhamdulillah. Tidak ada trik khusus. Saya hanya menambahkan beberapa hacks dan plugins berikut:

Yang intinya:

  1. Memberikan TTL (Time to Live) atau umur kepada komentar yang ada. Apabila TTL-nya habis, formulir komentar pun ditutup.
  2. Menonaktifkan link yang menuju ke formulir komentar di halaman depan, jika TTL komentar habis.
  3. Mengarahkan setiap link
    atau e-mail yang terdapat di bagian komentar untuk menggunakan Google. Dengan demikian, paling tidak dapat menahan laju penyebaran spam ke situs-situs yang lain.
  4. Terakhir dan juga yang paling penting adalah menyaring setiap komentar yang masuk.

Fasilitas yang diberikan WP di bagian Discussion Options sebenarnya sudah memadai. Tapi, karena sekarang para spammers juga sudah semakin cerdik, tidak ada salahnya bila fasilitas yang ada diperkuat dengan alat-alat bantu lainnya. Tentunya sejauh semuanya berjalan secara sinergi. 🙂

Singkat kata, penyebaran spam mungkin sulit untuk diatasi. Tapi, paling tidak sudah ada alat/metode yang dikembangkan untuk membatasi penyebaran tersebut. Walaupun demikian, spam hanya dapat diakhiri jika pihak-pihak yang melakukannya secara sadar menghentikan kegiatannya. (Akankah?) Dan dibantu dengan kita sebagai pengguna internet agar disiplin dan tidak jor-joran dalam memberikan informasi pribadi. Seperti kata sebuah pepatah yang sudah kita kenal bersama, “Mencegah itu lebih baik daripada mengobati”. Kira-kira demikianlah kita menyikapinya.

Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan. Apabila ada tambahan baik berupa masukan maupun kritikan, silakan memberikan komentarnya di bawah ini.

Advertisements

6 thoughts on “Spam di E-mail dan Weblog

  1. Sasaran lain yang potensial: Wiki. Blog dan Wiki didatangi spam terutama karena ingin mendongkrak URL pemasangnya di mesin pencari. Terutama hal ini untuk spam produk komersial dan targetnya algoritma page rank seperti yang dipakai Google.

    Saya belum bisa membandingkan fasilitas yang diberikan WP dengan MT-blacklist yang merupakan plugin, karena kebetulan kasus kedatangan mereka di situs yang menggunakan WP memang lebih banyak dibanding di MT, sehingga belum “fair” untuk dibandingkan langsung. Yang jelas, untuk MT saya menggunakan penutupan komentar yang telah berusia tiga bulan. Selain mencegah spam, saya pikir artikel yang berusia lama sudah kurang menarik untuk dikomentari lagi. Namun saya lihat di MT-Blacklist untuk MT 3.1x sudah tersedia pilihan untuk membendung komentar di artikel yang berusia lama. Jadi ada kemungkinan komentar tetap dibuka namun statusnya jadi “moderated”.

    Yang sedikit lebih sulit adalah Wiki, karena prinsip di sana kebebasan untuk setiap penulis, akibatnya kebebasan juga untuk pengirim spam. 🙂

  2. Terima kasih atas tambahannya Mas Amal.

    Memang kita tidak dapat membandingkan secara langsung antara WP dan MT dalam hal mudah tidaknya kedua software tersebut diserang oleh spam. Dari pengalaman pribadi saya dan juga hasil pengamatan selama ini, MT sepertinya lebih diminati. Sehingga saya rasa pihak pengembang MT perlu memperhatikannya dengan seksama. Walau di sisi lain, pihak WP pun mesti melakukan hal yang sama.

    Untuk Wiki, saya sepaham dengan Mas Amal. Mungkin suatu saat ada yang mengembangkan alat/metode untuk melindungi Wiki dari spam.

Comments are closed.