Warna Kehidupan

Beberapa waktu belakangan ini saya merasa hidup ini sedikit berwarna. Berwarna dalam arti kata hidup ini terasa lebih indah dan menyenangkan. Walau terkadang tidak semua yang terjadi dalam hidup ini sesuai dengan yang diharapkan. Tapi dengan adanya dua sisi yang senantiasa berbeda inilah yang membuat hidup menjadi lebih lengkap, bukan begitu? Rasa sedih dan senang, keberhasilan dan kegagalan, hitam dan putih, atas dan bawah dsb merupakan sebuah sunatullah yang mau tak mau mesti kita peroleh dalam hidup ini. Lalu apa kaitannya dengan hidup saya?

Saya menyadari bahwasanya hidup ini hanyalah sebentar. Karena adanya keterbatasan waktu inilah menyebabkan setiap detik denyut kehidupan yang saya miliki dirasakan begitu berharga. Saya tidak ingin melewatkan setiap momen dalam hidup ini begitu saja. Tanpa disadari dan banyak berpikir, hidup akan seringkali menjadi lebih indah bila kita menerima apa adanya. Tapi perlu diingat juga, dalam konteks ini sikap pasrah tanpa usaha serta pesimis bukanlah sikap yang dimaksud, melainkan sikap realitis dan optimis.

Kenyataan bahwa saya tidak lagi sendiri menyebabkan saya lebih banyak berpikir akan warna-warna ini. Mana di antara warna ini yang akan membawa saya menuju keberhasilan dan kebahagiaan hidup dan mana pula yang tidak, akankah saya bisa menjalani hidup ini dengan baik, menjadi seorang yang bertanggung jawab baik bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan, dan berbagai hal lainnya adalah sebagian kecil dari pertanyaan yang ada di benak ini. Entah kenapa saya tiba-tiba menjadi takut dan khawatir akan masa depan. Takut akan gagal dalam mengemban tugas yang diberikan, takut tidak bisa memberikan yang terbaik karena keterbatasan yang dimiliki dan takut tidak bisa menyenangkan orang-orang yang dicintai. Akankah saya mampu menghadapi tantangan kehidupan ini?

“Ya Allah, berikanlah kepada hambaMu ini kekuatan hati, jauhkanlah hamba dari penyakit was-was, penuh kebimbangan. Berikanlah kepada hamba kemampuan untuk bisa mewujudkan segala cita-cita hamba dan ridhailah semuanya, ya Rabb.”

One thought on “Warna Kehidupan

Comments are closed.