Lebaran di Rotterdam

Kemarin merupakan hari kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia. Setelah sebulan penuh lamanya kita berpuasa, menahan lapar dan haus dan segala hawa nafsunya lainnya, akhirnya waktu yang dinanti-nanti pun tiba. Oleh karenanya, izinkanlah saya dalam kesempatan ini untuk mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1424 H.
Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum Taqobbal Ya Kariim


Lebaran tahun ini sama seperti halnya lebaran di tahun-tahun sebelumnya, saya lewatkan sendirian jauh dari keluarga. Satu-satunya keluarga yang saya miliki di sini di mana saya dapat merayakan lebaran bersama-sama adalah teman-teman, baik yang tergabung dalam Pengajian Pelajar Muslim Rotterdam (PPMR) maupun Pengajian ISR. Walaupun jauh dari keluarga, tapi dengan kehadiran mereka di sisi ini, rasanya hidup tidak akan menjadi sepi. Ada saja yang bisa kita lakukan bersama, di mana kita dapat tertawa dan menangis bersama, yang membuat hidup terasa indah.

Pada malam hari raya kemarin, saya dan teman-teman di PPMR mengadakan acara takbiran di rumah Djono, salah seorang sesepuh mahasiswa di Rotterdam. Di sana, sebelum acara takbiran dimulai, Djono dan istrinya menjamu kita makan malam sekaligus buka puasa bersama. Menu yang disajikan pun sangatlah istimewa, ada lontong dengan berbagai menu lebaran lainnya seperti ayam, rendang, sayur dan kerupuk. Serasa berlebaran di Indonesia saja. 🙂
Sehabis makan, ngobrol sebentar, kemudian shalat Isya’ berjamaah. Takbiran dimulai seusai shalat Isya’. Dengan bergantian, kita memimpin takbiran. Sebelum acara takbiran dimulai, saya sempat ditelpon oleh Pak Syamsuddin, selain menyampaikan tentang kapan kita berhari raya, beliau juga mengundang kita untuk berkunjung sebentar ke mushalla ISR, takbiran bersama di sana. Walhasil, kita akhirnya ke sana juga walau tidak semuanya bisa ikut serta, karena keterbatasan jumlah tempat di mobil-mobil yang tersedia ketika itu. Sesampainya di sana, untuk teman-teman yang belum pernah ke mushalla baru ISR diadakanlah ‘tour’ kecil-kecilan. Sementara yang sudah pernah, langsung menggabungkan diri dengan jamaah yang sedang mengumandangkan takbir hari raya. Di lantai dasar, Ibu-Ibu sibuk dengan masakannya untuk besok. Boleh dikatakan pada malam itu, hampir semua sisi gedung dipenuhi aroma masakan ibu-ibu. Kita yang sedang takbiran, konsentrasinya jadi terpecah belah hehe.. Duh, dasar gembul semua.. 🙂 Maklumlah, perut mahasiswa tidak dapat disamakan dengan perut orang-orang yang sudah berkeluarga yang setiap hari dapat menikmati masakan-masakan yang enak.. *membela diri ceritanya*
Selesai takbiran, kita pun kembali ke rumah Djono. Sebagian ada juga yang langsung pulang ke rumah. Dari yang ke rumah Djono, sebagian ada yang akhirnya pulang ke rumah, sementara saya dan beberapa orang lainnya menginap di sana sampai keesokkan harinya. Pagi harinya dengan bersepeda ria, saya kembali ke kamar untuk siap-siap melaksanakan shalat Ied berjamaah di mushalla ISR.

Seusai mandi, pakai baju koko yang dibeli di Pasar Atas, Bukittinggi dua tahun yang lalu, saya pun segera berangkat ke mushalla ISR. Sesampainya di sana, orang sudah banyak yang datang dan shalat pun akan dimulai. Segera ke atas, duduk dan ikut mengumandangkan takbir. Tepat pukul 10.00, shalat Ied dimulai dan diakhiri dengan khutbah hari raya yang disampaikan oleh ustadz Sofjan Siregar. Acara hari itu kemudian ditutup dengan makan-makan dengan menu utama masakan-masakan yang telah diolah para Ibu pada malam harinya. Dari pengamatan selayang pandang, bisa dikatakan acara di mushalla ISR berjalan dengan lancar dan meriah. Dari wajah orang-orang yang hadir terpancar senyum kepuasan. Alhamdulillah.

Sudah shalat, pulang lagi ke kamar. Istirahat sebentar guna memulihkan tenaga, karena malam harinya ada ujian. Tepat pukul 17.00, bangun, shalat ashar dan siap-siap ke kampus mengerjakan ujian. Semoga saja ujian yang telah dikerjakan kemarin membuahkan hasil yang terbaik. Amin.

Di hari ini tidak banyak yang dikerjakan. Tadi sempat
belanja kebutuhan sehari-hari sebentar. Sebelumnya buat pas foto untuk perpanjangan izin tinggal di sini. Ya, tahun depan izin tinggal saya akan berakhir dan untuk itu saya harus mulai mengurusnya dari sekarang. Mohon doanya semoga tidak ada kendala selama proses pengurusan ini. Amin.

Baiklah, pembaca sekian dulu jurnal kali ini. Semoga dengan semangat lebaran tahun ini, kita dapat memberikan yang terbaik bagi lingkungan di sekitar kita.

Advertisements