Kegiatan di bulan Ramadhan

Alhamdulillah puji dan syukur marilah sama-sama kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan izinNya pulalah kita semua umat muslim di dunia dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, bulan suci, bulan pengampunan, bulan tempat untuk kembali mengintrospeksi diri, yang mana di dalamnya bertebaran banyak rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Tak terkira bahagianya hati ini, ketika diri ini kembali dapat menikmati haus dan lapar, merasakan indahnya hidup berjamaah, merasakan bahwa Allah sangatlah dekat sehingga tak terbersit di dalam diri ini satu pun juga keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak diridhai-Nya. Ya Allah, ku sadari sekarang bahwasaya setiap detik dalam hidup dan kehidupan ini begitu bernilai. Sungguh kan merugi diriku, bilaku melewatkan momen-momen terbaik ini begitu saja..

Ah, sungguh banyak yang ingin saya sampaikan dalam jurnal kali ini. Tapi saya tidak tahu harus mulai dari mana..😦 Beginilah akibatnya bila tidak dibiasakan menulis jurnal setiap hari. Berbagai kegiatan ataupun cerita menarik berlalu begitu saja, tanpa terdokumentasi secara baik. Terus terang, beberapa waktu belakangan ini saya sedikit stress. Ya.. stress dengan kuliah, stress dengan pekerjaan dan stress dengan berbagai hal lainnya yang tidak mungkin saya beritahukan satu per satu. Tak tahulah kenapa saya bisa menjadi seperti itu.. Rentang waktu yang begitu pendek dan cepat berlalu dan ditambah dengan kondisi fisik yang kurang mendukung, rasanya beban yang harus ditanggung semakin bertambah saja setiap harinya. Tapi syukurlah beban itu sekarang sudah mulai berkurang, saya telah dapat kembali bernafas dengan lega. Boleh dikatakan, Ramadhan tahun ini telah banyak membantu saya dalam melepaskan semua beban-beban itu. Alhamdulillah..🙂

Mau tahu apa yang saya lakukan selama beberapa hari di bulan puasa ini? Sebenarnya tidak banyak dan juga tidak ada yang khusus. Yang jelas dari awal, saya sudah bertekad dalam hati sedapat mungkin untuk tidak pernah meninggalkan shalat tarawih (kalau bisa berjamaah), membaca Al Quran setiap harinya dan berusaha sebaik mungkin untuk menghindari atau menjauhi segala hal-hal yang tidak diridhai-Nya. Berbuat baik sebanyak mungkin adalah target selanjutnya. Mudah-mudahan saja dari sejumlah kegiatan yang saya lakukan selama bulan Ramadhan ini, ada yang akan bertahan sampai akhir hayat nanti. Amin.

Sudah menjadi tradisi di beberapa pengajian yang saya ikuti, untuk berbuka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah. Sebagai contoh, di mushalla ISR di mana saya mengikuti pengajian setiap Sabtu malamnya, mereka mengadakan kegiatan buka puasa bersama setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu dengan setiap harinya melangsungkan shalat tarawih berjamaah. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari-hari yang paling banyak dihadiri oleh para anggota, sementara pada hari-hari lainnya yang hadir mungkin tidak lebih dari 10 orang. Tapi walau bagaimanapun, tidak sampai mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Ada beberapa hal yang saya senangi bila saya buka puasa dan shalat tarawih berjamaah di sana. Hal pertama, suasana pengajian yang penuh dengan kekeluargaan, yang membuat saya terasa seperti di Indonesia saja. Baik orang dewasa maupun anak-anak saling berbaur satu sama lainnya. Satu hal yang sangat jarang kita temui di suatu tempat yang rasa individualisme-nya tinggi. Hal kedua, biasanya sesuai shalat tarawih, kita suka kumpul-kumpul sebelum pulang ke rumah masing-masing. Sambil menyantap hidangan kecil yang tersaji, minum kopi atau teh dan ngobrol tentang berbagai topik yang terjadi di lingkungan sekitar membuat suasana menjadi lebih santai dan menyenangkan. Sebuah terapi yang sangat diperlukan oleh orang-orang seperti saya ini hehe.. Hal ketiga adalah ilmu agama yang saya peroleh. Dengan dibimbing oleh dua orang guru yang kompeten di bidangnya masing-masing, belajar agama menjadi lebih mudah dan tidak menakutkan. Bila ditanya sampai sejauh mana tingkat pemahaman saya tentang agama, rasa-rasanya ilmu agama saya bertambah selama
tinggal di sini bila dibandingkan sewaktu masih di Indonesia dulu. Di sinilah saya dapat membaca Al Quran dengan lancar dan kemudian diberikan kesempatan untuk mengajarkannya kembali kepada orang lain. Di sini pulalah saya diberikan kemampuan untuk melaksanakan umrah ke tanah suci 4 tahun lalu. Sungguh sebuah pengalaman spiritual yang tidak mungkin saya lupakan sepanjang hayat. Ada satu hal yang ingin saya lakukan sebelum pulang ke Indonesia nanti, yaitu menunaikan ibadah haji. Niat ini sebenarnya sudah ada dan terpendam semenjak saya selesai melaksanakan umrah. Hanya saja sampai saat ini belum tercapai. Semoga Allah SWT mendengarkan doa saya ini dan memberikan kemudahan untuk mewujudkannya. Amin.

Selain pengajian ISR, saya juga mengikuti acara buka puasa dan shalat tarawih berjamaah di pengajian yang saya kelola bersama-sama rekan-rekan mahasiswa lainnya. Bedanya, di pengajian ini kita hanya melakukannya sekali dalam seminggu. Beberapa kendala menyebabkan kita demikian. Walaupun begitu, kita tetap berusaha memeriahkan Ramadhan ini sesuai dengan kemampuan kita. Namanya juga mahasiswa, tentu fasilitasnya beda dengan orang-orang yang sudah lama menetap dan bekerja di sini hehe..🙂 Ya mbok, realistis aja.. Bukan begitu?

Karena sibuk dengan kuliah dan Ramadhan, beberapa proyek web sementara ditunda dulu sampai suasana kembali mendukung. Terkecuali, bila ada hal khusus yang terjadi yang menyebabkan saya kembali melanjutkan proyek-proyek tersebut. Insya Allah, kesibukan ini tidak akan berlangsung lama sehingga saya dapat dengan segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda.

Hati ini terasa tenang. Semoga hal yang sama dapat anda dapat rasakan juga.. (“,)

Ramadhan Karim!