Feyenoord dan Lampu Neon

Hari ini kebetulan saya tidak ada kuliah. Jadi sebagian besar waktu saya pergunakan dengan melakukan berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar rumah. Beberapa di antaranya akan saya tulis dalam jurnal hari ini.

Kegiatan pertama adalah membeli lampu neon atau TL. Hal ini saya lakukan karena lampu di dapur dan di kamar mandi putus semua. Daripada nanti harus masak dan mandi dalam kegelapan, lebih baik capek sedikit hehe.. Nah, yang lucunya saat itu adalah saya tidak tahu harus beli di mana? Dengar-dengar dari teman, kata mereka lampu neon tersebut ada dijual di Kwantum. Karena di daerah tempat tinggal saya tidak ada satu pun cabang toko Kwantum terdekat, akhirnya saya harus ke Zuidplein, di Rotterdam selatan yang jaraknya lumayan jauh. Setelah sekitar 30 menit naik sepeda tanpa henti di saat cuaca lagi dingin-dinginnya, saya sampai juga di Zuidplein. Tak tahunya di Kwantum mereka tidak menjual satu pun lampu neon, yang ada hanyalah lampu-lampu biasa dan lampu hias. Uh, sebel juga.. 😦 Jauh-jauh datang, rupanya lampu yang dicari tidak ditemukan juga. Tak habis pikir, saya pun bertanya kepada salah seorang pelayan di sana di mana saya bisa menemukan lampu jenis itu. Atas petunjuknya, saya segera meluncur ke Gamma, sebuah toko yang menjual bahan bangunan, yang letaknya tidak jauh dari stadiun sepakbola de Kuip, markas klub sepakbola kebanggaan masyarakat Rotterdam, Feyenoord. Sesampainya di Gamma, saya segera mencari lampu yang dicari. Alhamdulillah ketemu.. πŸ™‚ Kalau tahu begini, saya tidak perlu ke Kwantum dulu hehe.. Yah, namanya juga usahalah, hitung-hitung olahraga sedikit.. Puas keliling sana sini, saya pun keluar sekaligus membayar dua lampu neon yang diperoleh tadi.

Nah, dalam perjalanan pulang inilah, saya sempatkan mampir ke stadiun de Kuip untuk menonton para pemain inti Feyenoord yang sedang latihan. Dipikir-pikir sudah lama juga saya tidak mampir lagi ke sana. Paling-paling hanya lewat saja dengan mobil dan itu pun beberapa waktu belakangan ini sudah jarang sekali dilakukan. Sungguh beruntung hari ini saya bisa melihat hampir seluruh pemain inti Feyenoord dari dekat. πŸ™‚ Seperti yang pembaca mungkin ketahui, di Feyenoord saat ini terdapat dua orang pemain Asia yang sedang naik daun baik di negaranya masing-masing maupun di Rotterdam sendiri. Mereka adalah Shinji Ono dari Jepang dan Chong-Gug Song dari Korea Selatan. Shinji Ono bermain sebagai penyerang, sementara Song bermain di lini belakang sebagai back. Saya juga dapat melihat secara langsung bagaimana Bart van Marrewijk memberikan arahan-arahan kepada para pemainnya. Menarik juga melihat cara mereka berlatih. Sehabis latihan, terlihat anak-anak kecil dan beberapa orang supporter dewasa mengerumuni para pemain sekedar untuk meminta tanda tangan atau berfoto bersama. Nah, untuk yang satu ini saya memang tidak begitu tertarik dari dulu. Saya berpikir, itu terlalu berlebihan untuk dilakukan. Bagi saya, melihat mereka dari dekat saja sudah cukup.

Setelah puas, saya pun kembali menuju kota Rotterdam guna membantu renovasi mushalla yang sedang berlangsung hingga saat ini. Hari Sabtu kemarin memang saya sudah janji untuk bantu. Alhamdulillah banyak juga yang datang, sehingga hari ini sebagian besar pekerjaan dapat diselesaikan.

Capek juga seharian bersepeda. Kalau dihitung-hitung mungkin jarak yang ditempuh hari ini ada sekitar 10 km lebih. Akibatnya, kedua kaki ini pegal semua. πŸ™‚ Syukurlah apa-apa yang telah direncanakan hari ini dapat terlaksana dengan baik. Kamar mandi dan dapur sekarang sudah terang kembali. Lantai dapur juga sudah dibersihkan dan di-‘pel’. Dan sekarang saatnya untuk beristirahat.. Aah.. nikmatnya!

Sampai jumpa lagi di jurnal berikutnya. πŸ™‚

Advertisements