Introspeksi Diri

Tak disangka musim panas tahun ini lain daripada musim panas tahun-tahun sebelumnya. Lebih panas, euy..! Biasanya suhu udara normal untuk musim panas di Belanda berkisar antara 25 hingga 30 C, tapi di musim panas kali ini suhu udara di siang hari bisa mencapai 30 C lebih. Tidak hanya di Belanda tapi gelombang panas yang sama juga terjadi di berbagai negara lainnya di belahan benua Eropa. Tapi syukurlah, sampai saat ini kondisi ini belum memakan begitu banyak korban baik jiwa maupun harta. Terkecuali di beberapa tempat seperti Portugal dan Italia. Di Portugal sendiri beberapa waktu belakangan ini terjadi kebakaran hutan besar-besaran yang menghanguskan banyak pepohonan dan perumahan rakyat dan memakan korban jiwa. Sementara itu di Italia, banyak orang yang meninggal dunia karena dehidrasi akut dimana sebagian besar dari mereka adalah orang-orang tua. Wah..wah.. sepertinya alam tidak lagi menunjukkkan persahabatannya dengan manusia. Langsung maupun tidak langsung, hal ini ada kaitannya juga dengan perbuatan manusia itu sendiri yang menyebabkan pemanasan global terjadi di mana-mana. Sayang manusia tidak pernah sadar akan hal ini. Huh..

Alhamdulillah, kabar saya baik-baik saja. Walau sempat absen beberapa waktu lamanya. Yah, kadang-kadang terpikir juga di kepala ini dan sadar bahwasanya kemampuan manusia sangatlah terbatas. Selain itu, manusia memang makhluk yang ego dan keras kepala [atau mungkin hanya saya saja kali ya yang begitu.. (“;) ]. Sudah tahu tidak semua hal dapat dilakukan secara bersamaan dan sudah tahu pula tidak semua keinginan dapat terpenuhi, eh eh masih dipaksakan juga.. Apa tidak kacau jadinya.. Hal ini lah yang mungkin kurang lebih menyebabkan saya berintrospeksi diri lebih jauh. Melihat dan menelusuri kembali lebih baik apa-apa saja yang telah saya peroleh selama ini, baik kesuksesan maupun kegagalan, menyelami arti hidup dan menyusun rencana dan prioritas untuk masa-masa yang akan datang. Kadang saya suka merenung, hidup di dunia ini tidaklah lama dan dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, tapi kenapa dari sekian banyak perjalanan hidup yang dilalui terasa tidak membekas.. hilang begitu saja. Kemana lari semua kenangan itu? *diam*
Tapi satu yang jelas bagi saya saat ini, nikmatilah hidup seperti apa adanya. Itu yang akan coba saya lakukan mulai dari sekarang. Saya juga akan berusaha menjadikan diri ini lebih bermanfaat, bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar, walaupun manfaat yang diperoleh darinya sangatlah kecil. Paling tidak itulah sumbangsih saya dalam menoreh lembaran manis hidup ini.
Saya tidak sendiri, saya masih punya keluarga yang selalu siap mendukung di setiap gerak langkah yang saya buat, teman-teman yang senantiasa menceriakan hidup ini dan yang paling utama dan tidak boleh dilupakan adalah Allah yang senantiasa memberikan kasih sayang-Nya.
Inilah saatnya untuk bergerak kembali.. menjalani langkah hidup satu per satu dengan penuh semangat. Tak boleh gentar dan putus asa, karena yakin semua pasti ada hikmahnya.

Advertisements