Liburan Paskah

Cihuuy.. akhirnya liburan datang juga. Selama 4 hari berturut-turut dimulai hari ini, setiap orang di Belanda dapat menikmati indahnya cuaca di musim semi tanpa harus memikirkan rutinitas kehidupan mereka sehari-hari yang sudah sangat padat dan hampir tak kunjung hentinya. Wah lama juga ya.. tapi begitulah kenyataanya. Hari Jumat ini adalah Goede Vrijdag. Besok, hari Sabtu, hari libur resmi di mana semua kantor tutup dan menghentikan aktivitasnya. Saya rasa di negara-negara lain, termasuk Indonesia juga sudah meliburkan pekerja-pekerjanya setiap hari Sabtu dan Minggu, kecuali sejumlah negara di jazirah Arab yang hanya mengenal libur pada hari Jumat. Dua hari selanjutnya, Minggu dan Senin, adalah hari-hari Paskah, hari raya umat Nasrani di seluruh dunia. Bagi pembaca yang merayakan, saya ucapkan selamat ya… Karena waktu 4 hari adalah waktu yang cukup panjang, hampir semua akan memanfaatkannya sebaik mungkin. Mau tahu kegiatan-kegiatan apa saja yang biasa mereka kerjakan bila periode liburan seperti ini tiba?

Yang jelas, adalah dapat tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Tidak seperti pada hari-hari biasanya di mana mereka harus bekerja. Dulu saya punya seorang tetangga Belanda, orangnya baik sekali dan ramah. Oleh karena dia sudah bekerja di sebuah perusahaan di Amsterdam, setiap pagi paling tidak dia sudah harus berangkat dari rumah pukul 06.00. Tidak hanya Jakarta saja yang mengenal apa itu namanya kemacetan di jalan raya, di sini juga. Kita menyebutnya dengan istilah file. Terkadang bila di satu bagian jalan tol kondisinya ramai sekali, banyak kendaraan atau ada kecelakaan di jalan raya, kemacetan bisa sampai 10 km atau lebih. Coba bayangkan bila hal yang sama terjadi di beberapa bagian lainnya, apa tidak stres dibuatnya. Lain di jalan raya, lain pula di jalur kereta api. Pagi hari adalah waktunya rush hour di hampir setiap stasiun KA di Belanda, baik kecil maupun besar. Baik muda maupun tua sama-sama memanfaatkan jasa transportasi ini untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan masing-masing. Kondisi yang penuh sesak ini bertambah parah bila ada kereta api yang terlambat datang atau mengalami kerusakan. Pernah suatu ketika, tiba-tiba ada gangguan listrik di sekitar wilayah Rotterdam, hampir semua jalur kereta api menjadi lumpuh total. Akhirnya banyak orang yang terdampar, tidak dapat melanjutkan perjalanannya lagi atau ada pula yang mengambil alternatif lain, naik bus atau menyewa taksi walau harus membayar mahal. Sebegitu kompleksnya situasi sehingga ketergantungan antara satu bagian dengan bagian lainnya sangatlah tinggi.
Nah, kembali ke tetangga saya tadi itu, biasanya dia pulang ke rumah bila waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 ke atas. Sesampainya di rumah, istirahat sebentar, kemudian masak untuk makan malam, nonton TV, mengerjakan tugas harian lainnya dan diakhiri dengan tidur. Hal yang sama terjadi pada keesokkan harinya. Demikian seterusnya, hari demi hari, bulan demi bulan dan akhirnya tahun pun berganti. Situasinya hampir sama, tidak berubah. Hanya pada hari Sabtu dan Minggu saja, bagia dia ada waktu untuk bersosialisasi.

Hal kedua yang sering dilakukan orang Belanda bila musim liburan datang, ramai-ramai liburan ke luar kota dan ada yang bahkan ke luar negeri. Negara-negara tujuan terdekat adalah Perancis, Belgia dan Jerman. Biasanya mereka akan mengajak keluarga dan teman-teman. Tranportasi utama adalah mobil/bus. Ada pula yang membawa sepeda, karavan, dan lain sebagainya sekalian tergantung kepada tujuan masing-masing. Inilah waktunya bagi mereka untuk bersenang-senang, menikmati hidup dan keindahan alam. Jadi jangan heran bila pada hari ini saja sudah hampir 900 ribu orang Belanda yang liburan ke luar kota/negeri. Ada arus keluar, tentunya ada arus masuk, bukan begitu? Nah, dari luar negeri hari ini saja hampir satu juta orang lebih yang berencana menghabiskan liburannya di Belanda. Mereka terutama berasal dari Jerman dan Belgia. Tujuan utama pantai-pantai dan taman-taman wisata. Sehingga sudah
menjadi suatu hal yang biasa bila di jalan-jalan kita mendengar orang-orang banyak yang berbahasa Jerman, Vlaams dan Perancis..🙂 Penduduk Belandanya bisa dihitung dengan jari hehehe… *nggak ah, kesannya berlebihan ya..*

Hal ketiga, bila tidak keluar kota/negeri, mereka akan menghabiskan waktunya di luar, berjemur sekaligus BBQ, minum-minum dan baca buku. Hampir semua taman-taman di setiap pelosok akan dipenuhi oleh orang-orang yang seperti ini. Bagi yang gemar berolahraga, ya berolahraga. Bagi yang tidak, cukup duduk memandang alam sekitar dan berbincang-bincang dengan sesamanya. Ah, hidup terasa santai sekali bila kita melihat mereka berbuat demikian. Bukan begitu?

Hal keempat, berdiam diri di rumah, alias tidak ke mana-mana. Hal ini jarang terjadi tapi tetap saja ada orang-orang yang memilih tinggal di rumah di periode liburan. Alasan kenapa mereka seperti itu sangatlah variatif, mulai dari banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, berkumpul dengan keluarga sampai kepada tidak ada uang sama sekali untuk liburan. Kasihan ya.. Tapi demikianlah kenyataannya. Siapa bilang hidup di luar negeri itu selalu enak dan senang? Hidup ini di sini sangatlah keras. Untuk liburan saja, setiap orang mesti menabung bertahun-tahun, terkecuali orang-orang kaya tentunya. Belum lagi biaya hidup dan pajak yang tinggi. Dengan diluncurkannya mata uang Euro awal tahun 2002 lalu, beban hidup semakin bertambah berat saja. Harga barang-barang kebutuhan sehari-hari naik dua kali lipat, sementara penghasilan berkurang setengahnya. Uh, euroflatie, demikian orang-orang menyebutnya…

Bila ditanya kepada saya, kamu termasuk golongan yang mana Ton? Saya akan menjawabnya semuanya, walau sebagian-sebagian. Licik ya… ^.^ Semuanya tergantung kepada situasi. Bila tidak ada pekerjaan, saya akan bangun lebih siang dengan disela shalat subuh di ataranya (shalat itu kewajiban, jadi insya Allah tidak akan pernah ditinggalkan🙂 ). Bila ada uang dan waktu, saya akn jalan-jalan ke luar Rotterdam. Bila ada teman yang dapat diajak ngobrol, biasanya akan ke taman dan makan-makan. Bila tidak ada semuanya, ya di rumah saja. Begitu lo maksudnya semua walau sebagian-sebagian…

Baiklah, hari ini siangnya saya dijemput di rumah oleh Pak Hamdi untuk shalat Jumat berjamaah di masjid Mevlana (Turki). Seusai shalat, mampir sebentar di kantornya dan kemudian kita makan malam di Den Haag, di restorannya Pak Surya. Wah, makanannya enak sekali! Sudah lama juga tidak makan di restoran Indonesia. Selama ini selalu di restoran Turki, Maroko, Pakistan atau Suriname. Dari sana, kita mampir sebentar di ICCN, kantornya Pak Sofjan. Shalat Ashar di sana, ngobrol sebentar dan perjalanan pun dilanjutkan ke Alpeh a/d Rijn. Di sana Pak Hamdi ada janji untuk bertemu dengan sesorang yang akan umrah akhir bulan ini. Urusan di Alpen a/d Rijn selesai, waktu sudah menunjukan pukul 21.30. Waktunya kembali ke Rotterdam. Dalam perjalanan pulang, saya sempat cerita kalau sekarang di pusat kota Rotterdam sudah ada tempat menjual ayam goreng halal. Tertarik dengan cerita saya, akhirnya Pak Hamdi mengajak saya makan lagi di sana. Saya sih mau saja, kebetulan sudah haus sekali. Alhamdulillah Pak Hamdi senang dengan menu yang disajikan dan berencana untuk datang kembali di lain kesempatan. Sambil berseloroh, Pak Hamdi bicara seperti ini kepada saya, “Sekarang enak ya Ton, di mana-mana sudah ada makanan halal. Siapa bilang makanan halal tidak laku dijual, buktinya banyak saja yang datang makan ke mari.” Saya pun menjawab, “Benar kok Pak, semoga saja di masa-masa yang akan datang orang-orang di sini sadar bahwasanya tidak semua yang berbau Islam itu menakutkan. Contohnya saja makanan ini, lezat bukan? hehehe…” Saya pun sampai di rumah, berbersihan dan shalat sebentar dan sekarang internetan. Whoaaah, ngantuk.. harus segera tidur nih…

Out.