Demonstrasi Anti Perang

Brrr… dingin sekali!
Rasanya hari ini malas sekali untuk bangun pagi. Setelah shalat Subuh, akhirnya badan ini dibawa kembali ke peraduan guna menikmati hangatnya selimut dan empuknya kasur🙂 Tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan matahari pun sudah bersinar dengan teriknya. Mau tak mau, kegiatan hidup di hari ini pun harus segera dimulai. Ayo bangun! Whuaah… masih ngantuk hehehehe…

Semalam memang saya tidurnya agak terlambat. Mata ini baru bisa diajak tidur setelah waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi. Malam sekali ya… Bukannya tidak mau tidur awal, hanya saja Mukti kemarin malam telpon bahwa ia akan berkunjung ke kamar dan baru datang sekitar pukul 00.00. Tapi sebelumnya saya sudah bilang jangan lama-lama, eeeh… nggak tahunya molor juga tuh… Saking asyiknya membicarakan layout baru untuk website Islamic Commerce, kita sama-sama tidak menyadari kalau waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi. Hal yang seperti ini bukan pertama kali terjadi. Terkadang saya tidak tidur semalaman. Ada saja yang mau atau bisa dikerjakan, entah itu belajar, internetan, atau menyelesaikan website karena sudah mendekati deadline. Walhasil, tidurnya pun juga ikut terlambat.

Oh ya, kemarin saya dan dua orang teman, Marco dan kak Ikhwan, ke Amsterdam guna menghadiri demonstrasi besar-besaran menentang perang terhadap Irak. Menurut informasi yang diperoleh baik melalui internet maupun televisi, demonstrasi yang serupa juga diadakan serentak di beberapa kota besar lainnya di dunia. Sehingga hampir semua stasiun TV berita dunia, seperti CNN dan BBC melaporkan berita tentang demonstrasi tersebut sebagai salah headline utamanya. Sungguh luar biasa memang! Kemarin saja, ada sekitar 70.000 orang hadir di Amsterdam. Bisa dibayangkan bila semuanya tumpah ruah di jalan. Dari kejauhan sepanjang mata memandang, semuanya terlihat bagaikan iringan panjang yang tidak putus-putusnya bergerak. Seperti demonstrasi yang lainnya, demonstrasi ini dimulai dengan pidato-pidato yang disampaikan oleh pihak penyelenggara dan para aktivitas anti perang lainnya. Setelah hampir satu jam lamanya, barulah massa bergerak perlahan-lahan menuju rute yang telah disiapkan sebelumnya oleh panitia. Dari de Dam, tempat berkumpul, sampai Rembrandtsplein, tujuan akhir. Di sepanjang jalan terlihat orang-orang dengan cara dan metodenya sendiri melakukan berbagai aktivitas yang intinya menentang perang dan kebijaksanaan Bush dan kawan-kawannya. Ada yang menari, memainkan alat musik, pantomim, berorasi, dan lain sebagainya. Syukurnya demonstrasi kemarin berlangsung dengan tertib dan terkendali, walaupun pihak keamanan sudah siaga penuh guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih 3 jam lamanya kita berdemonstrasi. Sekitar pukul 16.00, saya dan teman-teman akhirnya kembali ke Rotterdam, mengingat waktu sudah sore dan berbagai hal lainnya seperti, belum shalat dan ada pengajian di Marconiplein.

Dengan baiknya Marco mengantarkan saya ke stasiun metro terdekat dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Tepat pukul 17.30 saya sampai di mushalla dan segera shalat sebelum waktu maghrib masuk. Inilah risikonya bila kita berjalan jauh di Belanda. Ada dua kendala utama yang sering menghalangi kita untuk shalat tepat waktu, pertama, terbatasnya tempat shalat dan kedua, waktu shalat yang saling berdekatan. Tinggal kitanya saja yang pandai-pandai menyikapinya.

Seperti biasanya di mushalla, malam itu saya mengajar baca Al Quran. Sayang, Pak Enjat berhalangan hadir, sehingga seusai baca Al Quran tidak ada ceramah yang disampaikan. Akhirnya pengajian pun ditutup dan kita sama-sama menikmati makan malam yang telah disiapkan oleh ibu-ibu. Hmmm.. makanannya enak semua..🙂

Sekitar pukul 21.30 saya sampai di kamar. Seusai beres-beres sedikit, mata ini tertuju pada sebuah acara menarik di TV sampai Mukti datang. Apa yang terjadi selanjutnya, saya rasa pembaca sudah tahu hehehe…

Hari ini, saya ada acara nonton film bareng dengan seorang teman. Makanya semua kerjaan harus seles
ai sebelum malam nanti. Doain ya semoga semuanya berjalan dengan lancar.

Sampai jumpa lagi di jurnal selanjutnya.