Rangkuman Kegiatan

Cuaca di hari ini lumayan bagus jikalau dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Tidak terlalu dingin dan juga tidak hujan. Seperti ucapan kebanyakan orang Belanda apabila ditanya tentang cuaca di musim dingin ini, “nggak apa-apa dingin yang penting jangan basah aja”. Memang nggak enak kalau udah dingin, turun hujan pula. Rasanya hidup ini suram banget dan kurang bergairah untuk beraktivitas. Tapi, syukurlah hari ini ini tidak begitu.

Seperti biasanya, saya sedikit terlambat lagi dalam mengisi jurnal harian ini. Bukan maksud saya untuk berbuat demikian, tapi dalam beberapa hari belakangan ini, saya sedikit disibukkan dengan berbagai hal, mulai dari membantu penyelenggaraan haji di Stichting Al-Hidayah Holland, mengikuti berbagai aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan saya di firma Islamic Commerce dan ditambah lagi dengan kegiatan perkuliahan yang semakin lama semakin meningkat intensitasnya.

Di dalam jurnal kali ini, pembaca dapat membaca rangkuman apa-apa saja yang saya lakukan sejak hari Sabtu minggu lalu hingga saat ditulisnya jurnal ini.

Ceritanya dimulai Sabtu pagi, di mana Pak Hamdi pagi-pagi sekali sudah mengontak saya untuk menanyakan apa saya bersedia membantunya dalam pengurusan haji hari ini. Berhubung akan datang banyak orang yang mesti menyelesaikan berbagai persyaratan sebelum Pak Hamdi ke kedutaan besar Saudi Arabia untuk permohonan visa haji. Oleh karena saya di rumah juga tidak ada kegiatan, saya pun menyanggupinya. Pak Hamdi kemudian datang menjemput saya dan kita berangkat bersama-sama menuju kantor beliau di Zuidplein. Sesampainya di sana, sudah banyak orang menunggu. Satu per satu kita bantu, sampai akhirnya waktu pun telah menunjukkan pukul 17.00. Saat untuk pergi ke pengajian di Marconiplein. Kebetulan hari ini, ada acara selamatan. Acara selamatan yang diadakan oleh beberapa anggota mushalla yang akan naik haji tahun ini. Jadi bisa makan enak hehehehe…
Sampai di sana, pengajian belum di mulai. Orang-orang mulai berdatangan satu per satu. Seusai shalat maghrib, pengajian pun dimulai dan ditutup dengan acara baca doa. Lalu kita semua shalat Isya’ dan dilanjutkan dengan makan malam. Saya di sana sampai pukul 21.00 dan kemudian pulang ke rumah, diantar oleh Pak Hamdi.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saya sudah harus bangun, mengingat hari itu ada kursus tentang Islamic Finance and Banking di Brussel. Tepat pukul 08.30, saya dijemput oleh teman dan kemudian segera meluncur ke Utrecht, tempat pertemuan dengan beberapa orang lainnya. Kursus ini diadakan dalam rangka menambah dan meningkatkan pengetahuan kita tentang kedua topik tersebut, terutama dari segi praktisnya. Semua orang yang berangkat ke Brussel pada hari itu adalah rekan-rekan di firma Islamic Commerce.
Sesampainya di Brussel, di sebuah masjid yang dilengkapi dengan lab komputer, kursus pun dimulai. Lumayan banyak juga yang hadir. Dari pihak Islamic Commerce, ada 7 orang sedangkan dari pihak mitra kita di Brussel, CEREI, ada 4 orang. Yang memberikan materi adalah M. Boulif, seorang praktisi Islamic Finance and Banking yang sekarang bekerja di Takafol SA, Luxembourg sebagai manajer keuangan. Direncanakan kursus ini akan diadakan dalam beberapa sesi dan dibagi-bagi dalam beberapa periode waktu. Di sesi pertama ini, Sdr Boulif hanya menyampaikan materi pendahuluan tentang berbagai macam produk keuangan yang diperbolehkan dalam perspektif Islam. Seusai kursus, acara pun dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan dan situasi terakhir di dunia Islamic Finance and Banking. Oleh karena kursus dilakngsungkan di masjid, tentunya setiap kali waktu shalat masuk, kita pun berhenti sejenak untuk shalat berjamaah.

Dalam rangka memasyarakatkan Islamic Finance and Banking kepada khalayak ramai dengan berbagai produknya, setelah kursus ditutup, Sdr Boulif mengajak kami untuk menghadiri presentasi yang akan diadakannya di sebuah masjid di Brussel. Tentu saja ajakan ini kami sambut dengan se
nang hati, berhubung hal yang serupa akan kami lakukan juga di Belanda. Hanya saja saat ini, kami, Islamic Commerce, belum mnemukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Yang bisa ikut hanya 3 orang, yaitu saya, Mukti dan Abbas. Kami sampai di sana tepat saat shalat maghrib dan langsung mendirikan shalat berjamaah. Sehabis shalat, presentasi pun dimulai. Sdr Boulif menyampaikan presentasinya dalam bahasa Arab yang dicampur sedikit-sedikit dengan bahasa asli Maroko, agar mudah dimengerti oleh para hadirin. Presentasinya sendiri berlangsung sekitar 45 menit dan dalam bentuk presentasi PowerPoint. Sambutan yang diterima dari para pendengar lumayan baik. Seusai Sdr Boulif memberikan presentasinya, berbondong-bondong orang ke depan untuk bertanya dan mengambil brosur. Presentasi di masjid itu ditutup dengan shalat Isya’ berjamaah dan kami pun langsung meluncur ke Rotterdam, kembali ke rumah-rumah masing-masing. Sampai di rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30. Setelah istirahat dan menonton film di TV, hari itu saya akhiri dengan tidur. 🙂

Pada hari Seninnya, tidak banyak yang dilakukan. Selain kuliah pada pukul 13.00 nya, hari itu saya habiskan dengan membaca buku-buku tentang Fiscaal Ondernemerschap, mata kuliah yang ujiannya akan saya hadapi keesokan harinya. Tidak banyak materi yang masuk dan yang dapat saya pahami dengan baik, berhubung saya sama sekali tidak punya latar belakang di bidang itu. Tapi, ya sudah dengan semangat optimis, besok saya akan berusaha sebaik mungkin.

Hari H pun tiba, hari ini, pagi-pagi sekali saya sudah bangun. Shalat subuh dan sarapan. Dilanjutkan dengan mandi dan akhirnya sampai tempat waktu di tempat ujian. Deg-degan juga.. saya hanya bisa berharap mudah-mudahan saja saya dapat menjawab semua soal ujian tersebut dengan baik dan benar. Saat soal ujian dibagikan, saya sempat berdoa kepada Allah, semoga Allah membukakan hati dan wawasan saya. Walhasil, walaupun tidak yakin 100% apakah jawaban yang diberikan itu benar, saya bisa melaluinya dengan baik.
Rencananya hari ini saya akan mengikuti dua mata kuliah yang diberikan pada siang dan malam harinya. Insya Allah, saya dapat menghadiri kedua-keduanya. Namun sebelumnya, saya sudah ada janji dengan Ing Ing untuk pergi ke bank mengurus rekening bank PPI. Semoga aja berjalan dengan mulus, tidak ada halangan.

Ok deh, sekian dulu rangkuman kegiatannya. Sampai jumpa lagi di jurnal-jurnal berikutnya.

Good luck!

Advertisements