Brr.. dinginnya!

Brrr…dinginnya hari ini! Tidak hanya hari ini saja, beberapa hari belakangan ini juga sama dinginnya. Begitu dinginnya sehingga sampai menusuk tulang. Apabila tangan-tangan ini, telinga dan badan tidak dilindungi oleh sesuatu yang tebal seperti sarung tangan, muts maupun jaket yang tebal, nggak bisa dibayangin deh seperti apa rasanya. Yang jelas sakit-sakit semua karena menahan dingin. Satu hal yang mesti diperhatikan, jangan terlalu sering bermain dengan air. Bisa-bisa kulit menjadi cepat kering. Tahu nggak apa yang akan terjadi bila tidak segera ditangani? Yap! Dari sela-sela kulit akan keluar darah, kulit akan mengelupas dan yang parahnya lagi, sakit banget!

Hari ini tidak ada kuliah. Jadi rencananya mau di rumah aja. Tapi sorenya mesti keluar karena sudah ada janji dengan teman untuk menginstalasi printer di rumahnya. Tak tahunya tanpa saya duga sebelumnya, paginya Pak Hamdi telpon, tanya apakah saya libur hari ini. Karena apabila saya tidak ada kuliah, dia mau jemput untuk datang ke kantornya. Tanpa pikir panjang saya terima saja tawarannya. Walhasil hampir seharian penuh saya berada di kantor Pak Hamdi, tentunya dengan tidak lupa memenuhi janji pada pukul 15.00. Pak Hamdi butuh bantuan, karena musim haji telah tiba. Itu berarti saatnya untuk bekerja keras, mengurus semua tetek bengek yang berhubungan dengan haji. Di sana saya mempersiapkan surat-surat yang berisikan tentang himbauan kepada calon jamaah haji untuk menyelesaikan semua persyaratan sekaligus memberitahukan, bahwa sebelum berangkat ke Saudi Arabia, akan diadakan semacam manasik haji. Tujuannya untuk memberikan informasi yang lebih jelas tentang apa-apa saja yang harus dipersiapkan, pelaksanaan ibadah di Mekah, Madinah dan Arafah, serta penyerahan semua dokumen perjalanan kepada peserta. Bisa dikatakan semua proses ini akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sama halnya dengan apa yang pernah saya alami di tahun-tahun sebelumnya di mana saya menjadi salah satu panitia penyelenggara haji dari Stichting Al-Hidayah Holland. Hampir tiap hari, pulang malam terus.

Pada malam harinya, setelah makan malam di restoran Tadim, saya, Pak Hamdi dan Pak Nasution berangkat ke Leiden guna mengambil beberapa paspor calon peserta dari Maroko. Di sana kami disuguhi makanan kecil dan minuman teh panas. Wuih, nikmatnya! Badan kembali terasa hangat setelah sebelumnya sempat kedinginan dalam perjalanan.

Alhamdulillah semua urusan beres dan akhirnya saya pun diantar pulang oleh Pak Hamdi. Capek juga, tapi menyenangkan. Banyak hal-hal baru yang saya peroleh hari ini.