Hari-hari yang melelahkan..

Beberapa hari belakangan ini saya sedikit disibukkan dengan berbagai hal. Sebenarnya sih yang dilakukan itu tidak banyak, tapi entah kenapa bisa memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya satu per satu. Mau tahu apa-apa saja yang saya kerjakan beberapa hari belakangan ini sehingga tidak punya waktu untuk mengisi jurnal ini? Here it is…

Ceritanya bermula pada hari Kamis minggu kemarin. Pagi-paginya saya sudah harus bangun, karena hari itu adalah hari raya Idul Fitri. Jadi mesti bangun pagi, boleh bisa shalat Ied berjamaah dengan anggota pengajian Marconiplein di sebuah sekolah Islam di Slinge. Untungnya, saya tidak harus sendiri ke sana. Ada Djono yang kebetulan pada hari itu libur dan juga mau shalat Ied berjamaah di sana, sehingga kita bisa pergi bareng-bareng. Enak juga sih, ada yang nemanin sekaligus bisa nyobain mobil Djono yang masih baru he..he.. Shalat Ied mulai jam 10.00 dan pertemuan hari itu diakhiri dengan acara makan-makan. Biasalah, yang satu ini sudah menjadi tradisi kita, orang Indonesia 🙂 sukar untuk dihilangkan. Tapi, walau bagaimana pun sangat membantu, apalagi untuk mahasiswa seperti saya. Lumayan kan bisa makan enak dan gratis lagi.

Sesampainya di rumah, istirahat sebentar, lalu telpon Veli, janjian belanja bersama, karena besoknya ada acara Kecambah di tempat Djono. Temanya sih halal bihalal sekaligus silaturahmi ke rumah Djono yang baru. Yep! Djono dan sekeluarga baru pindah rumah. Yang bertugas memasak untuk acara tersebut adalah saya dan Veli. Oleh karena saya bisanya masak gulai, ya udah masak gulai kambing. Sedangkan Veli masak ayam kalasan. Karena butuh daging dan bumbunya, kita pun sama-sama ke toko daging dan toko Cina. Bawaannya ketika itu banyak dan berat banget, sehingga kedua tangan ini sempat pegel. Apalagi pada hari itu di Belanda udah mulai dingin-dinginnya. Bisa bayangkan nggak bagaimana beratnya perjuangan kita pada hari itu?

Sesampainya di rumah, setelah meletakkan semua barang belanjaan, saya pun istirahat lagi, lalu shalat maghrib. Masaknya baru dimulai setelah itu. Nggak lama sih, cuma makan waktu dua jam saja!! Abis masak, Stephen dan Veli pun datang untuk merencanakan apa-apa saja yang masih dibutuhkan untuk acara besok harinya. Mungkin karena topik obrolannya me Tak terasa waktu pun bergulir dengan cepatnya dan jam dinding sudah menunjukkan jam 1 malam. Sudah waktunya untuk tidur dan mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Untung mereka juga tinggal di gedung yang sama, kalau nggak.. bisa ngebayangin bagaimana susahnya mereka pulang pada jam-jam segitu. Transportasi umum sudah tidak ada lagi. Satu-satunya jalan pakai taxi dan itu lumayan mahal.

Jumat pun tiba. Saya, Stephen, Veli dan Ing Ing berangkat bareng-bareng ke rumah Djono. Di dalam perjalan kita mampir sebentar di Edah, karena masih ada beberapa barang lagi yang harus dibeli untuk dikonsumsi bersama. Sesampainya di rumah Djono, kita pun mepersiapkan segalanya, mulai dari manasin gulai kambing, goreng ayam kalasa, masak nasi sampai menyiapkan saladnya. Tepat jam 19.30, Djono datang dan sambil menunggu yang lain, kita mulai makan malam. Wah, masakannya tidak mengecewakan. Baik gulai kambing maupun ayam kalasannya enak sekali. Sampai-sampai hampir semua yang hadir nambah makannya, termasuk saya he..he..
Setelah makan, kita pun ngobrol sampai larut malam. Saking larutnya sampai Djono mesti nganterin kita ke rumah masing-masing. Terima kasih ya Djon!

Pada hari Sabtunya, seperti yang pernah saya utarakan di jurnal sebelumnya, PPMR mengadakan acara jalan-jalan ke Maastricht. Kali ini saya mesti bangun pagi lagi, jemputin Henny dan pada akhirnya kita bareng-bareng ke tempat pertemuan sebelum berangkat ke Maastricht. Yang ikut lumayan banyak 12 orang dan mobil yang tersedia ada tiga. Jadi isinya setiap mobil empat orang. Perjalan ke Maastricht memakan waktu sekitar 2,5 jam-an. Jarak antara Rotterdam dan Maastricht sekitar 200 km. Pulang balik 400 km. Sesampainya di Maastricht, waktu udah menunujukkan
jam 13.30. Djono mesti pamit duluan, karena ada yang harus dia urus di sana, tapi dia janji untuk kembali beberapa jam kemudian. Karena setelah ini, kita masih ada undangan makan-makan lagi di Geleen, di rumah temannya Djono dan Linda. Mobil-mobil diparkir, jalan-jalan pun dimulai. Acaranya bebas. Setiap orang boleh kemana aja, asalkan kumpul di tempat dan waktu yang telah dijanjikan sebelumnya. Saya dan Henny sempat mengelilingi pusat kota Maastricht dan sempat bikin foto-foto juga. Nggak terasa waktu di Maastricht habis. Perjalanan pun mesti dilanjutkan. Sampai di Geleen, kita disambut dengan ramah oleh tuan rumah. Sebelum makan, yang mau shalat dipersilakan. Tempatnya kecil, jadi shalatnya pun mesti pakai shift he..he..Shalat selesai, makan malam pun dimulai. Semua makannya lahap banget, mungkin kelaparan setelah berkeliling kota Maastricht. Secara umu bis dikatakan, acara jalan-jalannya lumayan sukses. Semua orang senang dan mungkin kalau ada kesempatan lagi, PPMR bakalan ngadain acara jalan-jalan lagi. Rombongan akhirnya sampai di Rotterdam lagi sekitar jam 1 malam.

Hari minggu dipergunakan untuk istirahat. Walau sebenarnya bisa dikatakan tidak istirahat sunguh-sungguh. Ada deadline untuk merelease PN Quran Module untuk komunitas PostNuke. Seharian penuh saya kerjakan seluruh terjemahan Al Quran dalam bahasa Indonesia. Mulai dari jam 12 siang sampai larut malam. Kalau nggak salah sampai jam 2 malam ketika itu dan itu pun belum selesai semua. Ya udah terpaksa ditunda, abis mata udah berat sekali pengen tidur.

Senin, bangun pagi. Ada kuliah sampai sore. Seusai kuliah, melanjutkan kerjaan yang ditunda semalamnya. Sambil menyambi-nyambi kerjaan lain, akhirnya PN Quran Module untuk bahasa Indonesia pun selesai juga. Setelah dicek, kalau aja masih ada yang kurang, ditransfer ke server, PN Quran Module siap untuk didownload oleh siapa aja yang membutuhkan. Malam itu saya tidur dengan pulasnya he..he..

Selasa, Rabu, seperti biasanya ada kuliah sampai sore. Ada beberapa email dan komentar dari pengguna PN Quran Module yang masuk ke email inbox saya hari itu, yang intinya memberitahukan kalau ada keesalahan pada scripts-nya dan mesti diperbaiki. Ya udah, pada malamnya saya angsur-angsur mengerjakannya. Setiap script diperiksa dengan teliti, begitu pula dengan file databasenya, sampai akhirnya saya yakin tidak ada yang salah lagi. File-file yang sudah diperbaiki, ditransfer kembali ke server dengan harapan tidak ada keluhan lagi yang masuk 🙂 Alhamdulillah semenjak itu, tidak ada lagi. Syukurlah..

Kemarin, Kamis, sebagian besar waktu dipergunakan untuk menyiapkan sekaligus memperbaiki tampilan blog site untuk Kecambah. Yang ini pun, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik, walau harus bersusah payah untuk bisa mengerti semua kode yang dipakai dalam blog site tersebut. Maklumlah, I’m a newbie dalam hal-hal yang ginian. Biasanya sih selalu ngerjain sesuatu yang ada hubungannya dengan CMS PostNuke atau PHP-Nuke, dan sekarang pengen ngelebarin wawasan ke hal-hal yang baru. contohnya ya ini, the blog system he..he..

Jumat. Shalat Jumat di masjid. Lalu belanja untuk keperluan besok, karena di kamar ada acara syukuran kecil-kecilan. Jadi semua teman dekat diundang untuk hadir. Rencananya sih mau masak gulai kambing lagi, gulai telur dan tumisan sayur. Besok ada teman yang mau bantu masak. Jadi kerjaannya bisa sedikit lebih ringan. Semoga aja semua teman yang diundang bisa datang. Karena kalau nggak begitu, siapa yang mau habisin semua makanan…

Duh, jurnal kali ini panjang banget. Nggak bosan kan? Syukurlah. Saya janji deh, saya akan berusaha mengisi jurnal ini setiap harinya, boleh nggak terlalu panjang seperti kali ini.

See you in the next journal!

Advertisements