5 ways to start a company (without quitting your day job) – Another solution perhaps to build your own business empirium? (via digg)
Category Archives: Web, Design, Internet and IT
10 Stupid Mistakes Made by the Newly Self-Employed
10 Stupid Mistakes Made by the Newly Self-Employed – Get some nice startup tips from Steve Pavlina. (via Evhead)
When Do Users Donate?
When Do Users Donate? – Experiments with Donationware: Ethical Software, Work Equalization, Temporary Licenses, Collective Bargaining, and Microdonations. Interesting case study. (via NewsForge)
Nama domain gratis
Bagi teman-teman yang berminat memperoleh nama domain gratis, silakan mengunjungi dua situs web berikut. Walaupun ditulis dalam bahasa Belanda, saya yakin teman-teman sekalian tidak akan kesulitan memahaminya.
Nama domain yang ditawarkan adalah nama domain yang berakhiran .be (Belgia) dan setiap orang bisa mendaftarkan sampai 10 nama domain sekaligus. Hanya saja setelah satu tahun nama domain tersebut tidak gratis lagi. Walaupun demikian sejak introduksi pertama pada tanggal 1 November 2005 yang lalu, sudah puluhan ribu nama domain baru teregistrasi. Aksi yang diselenggarakan oleh kedua ISP ini merupakan bagian dari kerjasama sejumlah ISP di Belgia dengan dns.be, otoritas yang mengelola nama domain .be, guna mempromosikan nama domain tersebut di kalangan pengguna pribadi dan usaha kecil menengah. Sekaligus menunjukkan bahwasanya tidaklah sulit bagi seseorang untuk memiliki dan menggunakan sebuah nama domain. Saya rasa ini satu ide baik yang perlu ditiru oleh Indonesia, mengingat jumlah pengguna Internet di negara kita juga semakin meningkat dan perlu dimotivasi. Ada yang mau memulainya pertama kali?
Gollum, the Wikipedia Browser
Gollum, the Wikipedia Browser – a new browser invented by Harold Hanek which allows you to browse Wikipedia online using AJAX technology. It makes searching and reading a little bit easier and fast. If you prefer to use Gollum in Indonesian, the Indonesian translation is already available. (via digg)
Freedom Toaster dan efeknya terhadap dunia TI Indonesia
Freedom Toaster. Demikianlah nama yang diberikan kepada sebuah mesin yang dapat digunakan untuk membakar sejumlah software open source ke dalam sebuah CD atau DVD. Inisiatif ini tentunya sangat menarik sekali, mengingat tidak semua orang memiliki kemampuan untuk men-download software yang ukurannya besarnya sekaligus. Keterbatasan koneksi internet dan semangat untuk mempromosikan produk-produk open source telah mendorong lahirnya mesin ini. Mau tahu siapa pihak yang berada di belakang inisiatif ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah Mark Shuttleworth beserta yayasan yang dimilikinya. Jika anda pernah mengenal dan menggunakan Ubuntu, tentu tokoh yang satu ini bukanlah orang asing lagi.
Tentu yang segera terbayang di kepala anda, proyek ini lahir untuk mempromosikan Ubuntu yang disponsori oleh orang yang sama? Dugaan ini ada benar dan tidak benar. Tapi setelah dilihat adapun software yang ditawarkan sangatlah variatif. Hampir semua distro linux yang besar-besar ada di sana, ditambah lagi dengan beberapa aplikasi seperti Open Office, Firemonger, Open CD, dan lain-lain. Yang perlu dilakukan jika anda ingin memperoleh software tersebut adalah dengan datang ke lokasi mesin terdekat sembari membawa beberapa CD/DVD kosong. Proses pembakaran berlangsung di tempat. Sayangnya saat ini Freedom Toaster baru dapat ditemui di sejumlah lokasi di Afrika Selatan dan Namibia. Selain ini baru langkah awal dari proyek, saya rasa penduduk di daerah tersebut perlu didukung oleh sarana seperti ini untuk memajukan sektor Teknologi dan Informasi di sana dengan biaya yang terjangkau.
Nah, sekarang kita beralih ke negeri kita, Indonesia. Di mana sebagian besar penduduknya masih bergantung kepada warnet untuk mengakses internet dan minimnya penggunaan produk-produk open source sebagai alternatif dari produk komersial. Apakah ide atau inisiatif ini tidak menggugah kita untuk melakukan hal yang sama? Saya rasa proyek semacam ini sangat dapat direalisasikan dan tidak perlu dengan biaya mahal. Spesifikasi dari mesin Freedom Toaster tidaklah secanggih dari apa yang mungkin terbayang di benak kita. Jadi kita pun bisa membangun mesin yang sama, kalau mau. Lalu dananya dari mana? Siapa yang akan mengelolanya? Indonesia adalah negara kaya, dana untuk proyek-proyek sejenis itu sebenarnya ada dan banyak perusahaan-perusahaan TI yang mau investasi di sini. Tinggal bagaimana kita mendekati dan mencari sumber uang tersebut. Terus, kita juga punya sumber daya manusia yang besar. Sudah banyak kawan-kawan kita yang bergelar Master dan Doktor yang siap mensinsingkan lengan baju untuk terlibat di dalamnya. Kalau Presiden SBY dan Menkominfo kita benar-benar memiliki komitmen untuk memajukan TI di Indonesia seperti yang pernah diutarakan sebelumnya, di sinilah lahan untuk memulai. Jadi jangan hanya bicara saja, Pak!
Efek samping dari proyek seperti ini cukup berarti. Selain memberikan lapangan pekerjaan kepada teman-teman kita yang menganggur, investasi TI di Indonesia meningkat dan pendidikan TI kita juga semakin maju. Masa’ kita mau kalah dari orang India yang jelas-jelas standar hidup mereka secara riil masih jauh di bawah kita orang Indonesia. Saya pernah menonton sebuah film dokumenter tentang TI di India di Discovery Channel, mereka bahkan punya mesin-mesin seperti halnya Freedom Toaster di seluruh India. Bedanya mesin di India berupa sebuah komputer kecil yang berisikan aplikasi komputer sederhana, seperti Paint, Wordpad, dan lain sebagainya. Tujuannya sederhana sekali, mengenalkan komputer kepada penduduk sehingga mereka dari sejak kecil bisa menggunakan komputer dan terbiasa bekerja dengannya. Di Indonesia, boro-boro bisa seperti ini. Walaupun kita sanggup membeli komputer, tapi untuk berpikir sampai ke sana, kita masih tertinggal jauh.
Kalaupun inisiatif itu ada, selalu terhalang dengan macam-macam tantangan dan hambatan. Kalaupun ada dana, itu pun tidak optimal dipakai alias sudah disunat duluan.
Adapun kesimpulan yang mungkin bisa diambil, saya rasa kita butuh mesin-mesin seperti Freedom Toaster. Mari Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati kita pikirkan juga pendidikan TI di Indonesia. Seperti yang saya pernah dengar dari Pak Habibie beberapa waktu lalu di Hamburg, cikal bakal kemajuan suatu negara salah satunya bergantung kepada kemajuan TI di negara tersebut. Makanya waktu itu beliau banyak mengirimkan orang-orang terdidik dan terlatih untuk menimba ilmu dan pengalaman di luar negeri. Tidak terhitung jumlahnya, silih berganti setiap tahun. Sejumlah proyek-proyek TI dikembangkan sampai ke produksi pesawat terbang yang menurut sebagian orang merupakan proyek-proyek ambisius. Saya justru tidak melihat keambisiusan dibalik itu semua. Proyek-proyek tersebut banyak menghabiskan dana, tapi kalau dibandingkan dengan proyek-proyek serupa yang dikembangkan oleh perusahaan swasta seperti Airbus ataupun Boeing, masih lebih kecil. Tapi lebih kepada efeknya bagi kemajuan TI kita. Hanya saja sekarang sayang sumber-sumber daya yang pernah kita punya tadi, mulai luntur satu per satu. Sebagai contoh banyak kawan-kawan tadi kehilangan pekerjaan dan beralih profesi. Ditambah lagi dengan apresiasi pemerintah terhadap mereka juga sangatlah rendah.
Tulisan ini hanyalah sebuah wacana yang mudah-mudahan bisa menggerakkan hati kawan-kawan untuk lebih peduli. Saya sendiri belumlah tentu mampu untuk merealisasikan ini semua. Tapi saya sudah berjanji kepada diri sendiri, insya Allah kalau ada rezeki saya ingin membangun sebuah mesin seperti Freedom Toaster di Indonesia. Tidak perlu besar, tapi paling tidak bisa membantu penduduk sekitar tempat tinggal.
~ Mulailah sesuatu dengan langkah-langkah kecil…
Alternative ways to share files
In the last few days I’ve learned so many things how you must deal with bandwith limitation, especially when you have a huge file you would like to distribute over the internet. Downloading through HTTP/FTP protocol would certainly be the easiest way to get the file, but it can also be very expensive. Something you won’t like when the bills are coming to you. Alternative method like BitTorrent for example is perhaps the right solution. You share the file at the same time you download it, and when you’re done with downloading you still share it to others. Of course this kind of practice will reduce the use of bandwith on the main server where the master file is stored. The file distribution is now taken by a network of computers. However, not everyone is able to begin sharing a file through BitTorrent protocol. Unless you have permanent connection, large storage space and bandwith to start with and approriate tools on your server, BitTorrent might be discouraging. Don’t forget to mention, the server must always up all the time to act as master seeder.
How about people who have to host their files on shared web hosting like I do? It certainly becomes our nightmare. You have a lot of limitations, but on the other side you’d really like those files reach your users. What to do now? Should we stand still, do nothing and accept this situation? Of course not. Either looking for another mirror to serve the files or finding a new way. Fortunately there are some nice people among us who develop the following web applications which maybe could help us out from this limitation.
- Blog Torrent: It is the web version of BitTorrent in form of blog system, written in PHP. No MySQL database is needed, but it can optionally be activated. Just upload Blog Torrent to your server, call the scripts and you’re ready to go. In case you have problem installing it, read its documentation. It is designed to be easy for publishers to make a torrent and users to download the file.
- Advantages: easy installation, ease to use, provides users registration, enables server side seeding, has upload and download mechanism, rss feed for all published torrents, file can be tranfered directly from your computer or use server share feature.
- Disadvantages: could be frustrating if server has no support for python to enable server side seeding (shared web hosting), needs permanent connection, torrent upload must be open all the time so that people outside you can download the real file, you can not upload the file manually and then let Blog Torrent handle it, everything must be uploaded via provided upload mechanism, client support only for Windows and Mac, lack of developer’s support and documentation.
- Dijjer: I think this is the most advanced P2P system using web as its base. You don’t have to install anything beside adding this link, http://dijjer.org/get/, in front of your download link and Dijjer will take care of the rest. It is also designed to make file sharing easy for both user and publisher.
- Advantages: no software has to be installed on the server, easy to use, you can utilize files that already exist on the server without uploading them first and then making the torrents, download happens in web browser, you can play music or video file while it is downloading and sharing at the same time, suitable for podcasting, client support for Windows, Mac and Linux (free of adware/spyware, they said), has own firefox plugin, above all everything is handled automatically.
- Disadvantages: you need to download a software client before downloading, host dependent service, which means if Dijjer’s main server is down, file sharing is also stopping, although they said it won’t happen, lack of documentation and testimonials, i’m not sure it will save you bandwith but worth to try.
From above it can be concluded, despite limitation we have, there is always a way to share.
So guys, if you know other web applications that could save us bandwith but at the same time enable us to distribute huge files, please do share. You can use comment form to have your say.
Riffs: your social recommender
Riffs: your social recommender:
Riffs is a place to rate, recommend and review all the things you like and don’t like, and to find others who share your interests. You can riff alone or with your friends, family, colleagues and the Riffs community.
(via hicksdesign)
I already setup my own page. Please give me your riffs, will you?
Islamic Web Scripts
Islamic Web Scripts – for all Islamic web scripts that can be used and displayed on your Islamic website or personal blog.
Quran module for Invision Power Board
Good news for all of you who use Invision Power Board (IPB). Shahmir Noorani has ported the Quran module to be able to work under IPB. You can download it on the Downloads section of this website and see the demo over here.
After downloading the module, please read the documentation available in the package. As I know nothing about this port of module, please consult Shahmir Noorani if you have something to ask regarding the installation and use of the Quran module on IPB.
Thanks Shahmir for your effort for porting the module. May Allah reward your good deeds.