Kesan-kesan selama di AS (1)

Ada beberapa hal menarik yang saya amati tentang Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Texas yang saat ini sedang saya kunjungi. Layaknya wong ndeso yang baru pertama kali menginjakkan kaki di the land of freedom ini, berikut kesan-kesan yang saya peroleh:

1. Hal pertama yang paling menonjol adalah segala sesuatunya mestilah besar dan banyak. Entah itu mobil-mobilnya, jalan-jalannya, makanannya, rumah-rumahnya, sampai kepada manusianya juga besar-besar. Jika dibandingkan dengan situasi sewaktu saya di Eropa, justru kebalikannya yang saya peroleh, kecuali dalam hal ukuran manusianya. Secara umum, ukuran badan orang Eropa terutama Eropa Barat hampir sama dengan orang Amerika. Selain masalah genetis, faktor gizi juga sangat menentukan fenomena ini. Kajian ilmiah tentang kenapa badan orang-orang tersebut bisa seperti itu tentunya bisa anda cari sendiri di internet atau di buku-buku. :D

2. Obesitas. Orang-orang Amerika Serikat hampir semuanya (pernah) mengalami hal yang disebut obesitas alias kegemukan. Lucunya mereka tidak begitu peduli dengan penampilan mereka dan tetap percaya diri. Lain halnya dengan orang-orang Indonesia terutama kaum wanitanya, gemuk sedikit saja sudah mengeluh dan langsung menjalankan program diet. :) Walaupun analisa berikut tidak didasarkan kepada metode penelitian yang ilmiah melainkan berdasarkan pengamatan sekilas, menurut saya ada beberapa faktor penyebab kegemukan orang-orang Amerika Serikat:

  • Porsi makan mereka sungguh luar biasa besarnya dan banyak. Apalagi dengan berjamurnya restoran buffet di setiap sudut kota dengan sistem all-you-can-eat-nya, memicu nafsu makan yang berlebihan. Perlu diakui harga makanan siap saji di sini relatif murah dibandingkan jika harus memasak sendiri. Belum lagi kalau dihitung waktu yang hilang untuk menyiapkan makanan. Kebiasaan ngemil di Amerika juga luar biasa. Di mana-mana saya melihat di tangan setiap orang pasti ada minuman atau makanan ringan. Tingkat konsumsi chips dan air bersoda sangatlah tinggi.
  • Negara AS tidaklah ramah terhadap pejalan kaki. Fasilitas trotoar sangatlah minim sekali. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa seperti itu, tapi yang jelas ini sangatlah berpengaruh terhadap frekuensi gerak orang-orangnya. Kemana-mana mestilah dengan mobil atau bus. Jika kita tidak punya kendaraan, sebaiknya jangan tinggal di sini daripada nanti diejek oleh pengendara mobil yang lewat. :D Hal kebalikan terjadi di Eropa, di mana-mana kita bisa menjumpai yang namanya trotoar atau jalan khusus untuk bersepeda. Negara kita sepertinya mengadopsi kedua sistem ini, yang punya mobil atau motor keenakan mengendarai mobil atau motornya, sementara yang tidak punya mesti berdesak-desakkan di kendaraan umum atau dalam situasi terpaksa tidak ada pilihan, berjalan kaki ria.

3. Kultur yang majemuk. Negara mana di dunia ini yang penduduknya bisa terdiri dari berbagai suku bangsa di dunia. Hampir semua negara terwakili di sini. Hanya saja sangat disayangkan diskriminasi masih tetap ada. Kisah-kisah tentang ini bisa anda baca dan cari tahu sendiri melalui internet dan media massa lainnya.

4. Tingkat kemiskinan di Amerika Serikat juga tidak kalah tingginya dengan negara-negara dunia ketiga lainnya. Dan ini telah menjadi masalah serius di Amerika Serikat. Saya melihat dengan mata dan kepala sendiri bagaimana orang negro meminta-minta di perempatan lampu merah. Kondisinya yang lusuh sangatlah kontras dengan gemerlapnya lampu gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya. Belum lagi para tunawisma yang mampir menginap sebentar di restoran-restoran siap saji, sekedar untuk duduk atau membersihkan diri. Adalah hal yang wajar jika tingkat kriminalitas di sini sangatlah tinggi. Hampir setiap malam saya selalu mendengar raungan sirene mobil polisi. Entah apa yang terjadi, tapi dari gelagatnya sesuatu serius telah terjadi di satu tempat. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di sini, Poverty in the United States.

5. Tidak ada salahnya belajar bahasa Spanyol jika hendak berkunjung ke negara bagian Texas. Karena hampir di setiap sudut kita pasti akan mendengar orang berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut.

Orang-orang Meksiko ada di mana-mana. Kalau dilihat dari sejarah, dulunya orang-orang Spanyol lah yang menemukan daerah ini.

6. Orang-orang Texas sangatlah terbuka, ramah dan ‘berani’. Senang bisa berinteraksi dengan mereka.

7. Di sini jarang turun salju, mungkin tidak pernah. Hanya di bagian-bagian tertentu saja yang bisa menikmati salju di musim dinginnya. Selebihnya panas walau tidak sepanas di Indonesia. Sangat kontras dengan situasi cuaca yang masih bersalju di negara-negara bagian yang terletak di utara Texas.

8. Walau tidak bersalju, tapi di Texas paling sering terjadi badai, angin tornado dan sejenisnya. Mengerikan juga kalau hal itu sampai terjadi sekarang. :)

9. Texas adalah The Lone Star State. Karena bendera mereka memiliki satu bintang di bagian birunya.

10. Jika anda sudah terbiasa dengan shopping di mall, Amerika adalaha surganya mall. Coba saja dibuktikan sendiri dengan datang ke mari jika tidak percaya. :)

Bedanya mall di sini datar tidak bertingkat-tingkat jika lahannya mengizinkan. Halaman parkirnya saja bisa seluas areal Monas. :)

Sekian dulu kesan-kesan saya selama berada di Amerika Serikat. Topik ini akan diteruskan di tulisan berikutnya. Silakan dikomentari jika ada yang tidak benar. Terima kasih.

T&T 4: Sejumlah Tips Cepat Ubuntu

Mungkin topik kali ini sudah ‘basbang’ bagi sebagian pengguna Ubuntu di Indonesia. Walau pun demikian saya akan coba kembali mengangkatnya dengan harapan dapat membantu pengguna pemula Ubuntu lainnya seperti saya ini. :)

Tips 1: Ingin membuat berkas /etc/apt/sources.list secara cepat tanpa harus menginput satu per satu server untuk aplikasi apt anda secara manual? Cobalah kunjungi situs web Ubuntu sources.list generator dengan mengklik link ini. Cukup copy-paste output yang diberikan ke dalam berkas yang dimaksud dengan editor teks favorit anda. Terus jalankan perintah: # sudo apt-get update untuk mengaktifkan daftar server yang ada.

Tips 2: Kunjungilah situs ini, Seveas’ Ubuntu Packages, jika anda ingin memperoleh sejumlah solusi cepat untuk sistem Ubuntu anda. Di sana telah tersedia beberapa paket yang mungkin menarik untuk dicoba. Tentunya masih banyak lagi situs-situs lain yang menyediakan hal yang serupa. Secara pribadi saya sendiri sangat terbantu dengan adanya situs Seveas ini. Contoh sederhana adalah dengan menggunakan perintah berikut:

# sudo apt-get install ubuntu-lamp < — untuk menginstal server LAMP komplit secara cepat
# sudo apt-get install ubuntu-multimedia-gnome < — untuk menginstal aplikasi multimedia komplit di Gnome

dan seterusnya. Silakan dieksplorasi sendiri.

Semoga bermanfaat.

Some Glimpses from Sugar Land

Are you still curious what I am doing over here at Sugar Land, Texas? Here are some glimpses you can see. I’m sorry I can not tell you more than this.

GE Sugar Land 1

GE Sugar Land 2

GE Sugar Land 3

And also, the glimpse of my Ubuntu-powered laptop which is accompanying me during the stay. :D

My Ubuntu Laptop

T&T 3: Cara Cepat Menginstalasi LTSP dengan Ubuntu

Tertarik dengan sesuatu yang pernah ditulis oleh Mas Harry Sufehmi beberapa waktu lalu di blog pribadinya, saya ingin mengungkit kembali materi tentang LTSP. Pada kesempatan ini saya ingin membagi cara tercepat menginstalasi LTSP 5 pada Ubuntu yang saya peroleh melalui halaman ini. Karena saya menggunakan Ubuntu 6.06 LTS, maka metode yang diberikan di sini dapat diterapkan di versi Ubuntu yang sama. Selain itu, saya juga pernah mencoba menginstal LTSP 5 di Ubuntu 6.10 dengan metode yang sama, dan berhasil. Jadi saya rasa cara ini sifatnya universal untuk semua versi Ubuntu. Untuk pastinya silakan dicoba sendiri ya… :)

Sebelum memulai instalasi pastikan komputer/laptop anda memiliki dua kartu jaringan (NIC = Network Interface Card). Satu diset statis ke 192.168.0.1, ini yang akan kita gunakan untuk berhubungan dengan komputer klien, dan satunya lagi kita gunakan jika kita ingin mengakses internet yang dapat dibagi juga kepada klien.
Setelah itu, jalankan perintah ini di konsol di mana kita akan mengambil paket-paket yang dibutuhkan dari internet:

sudo apt-get install ltsp-server-standalone openssh-server

Kemudian bangun lingkungan LTSP untuk klien anda dengan perintah ini:

sudo ltsp-build-client

Tergantung pada kecepatan koneksi internet yang anda miliki, proses instalasi server LTSP dapat berlangsung cepat atau lambat. :) Jika semua proses sudah selesai dilakukan, silakan ikuti proses seperti yang ditulis oleh Mas Harry di blog-nya, di sini. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah langkah 13 sampai dengan langkah 15. Selesai!

Selamat mencoba.

Punished by Google?

It seems this website has been punished by Google for something I don’t know. I have this suspicion when I tried to search my name on Google several times. Usually it will display the URL of this website directly, but now not even one. :(

Could someone suggest me what I should do to recover this? I really will appreciate that.

Thanks.

Arrived in Sugar Land, TX

Thanks God, after flying for more than 23 hours and back in time to the same day I left Jakarta, I finally arrived in Sugar Land, Texas on Friday, March 16 2007. We are staying right now at a small hotel in the downtown of the city. Luckily, my hotel also supports free wireless internet, so when I have free time I will be occasionally online to check my e-mails, etc. :)

Alright guys, I think it’s now time for me to take some rest as the clock already showing me up this time 00.58 AM in Saturday. The time difference is -12 hours from our time in Jakarta. I still have two days left which I can use to explore Sugar Land before the training starts. Any interesting stuff would be reporting back to you as I would like to share what I have here. Of course, it will include some pictures as well to accompany the news.

Have a nice weekend!

Head to USA

Tomorrow morning I will fly to Houston, USA for 3 weeks MWD/LWD training. It is a private project, so I can not write anything further than letting you know I will be in touch with Oil and Gas in the coming weeks and months. But, don’t worry I will try to keep in touch with you all. I am not going to leave the world which have raised me so far, that makes me feel alive.

This weblog will be still updated with some news. Ongoing projects will be done step by step. I hope everything will be fine so we could meet again.

Take care.

T&T 2: Instalasi Linksys WMP54G PCI Adapter di Slackware

T&T berikut lebih kepada bagaimana mengaktifkan koneksi internet melalui perangkat wireless Linksys WMP54G 2.0 PCI Adapter. Tertarik dengan eksperimen yang sama ketika saya mencoba Ubuntu, saya berusaha membuat distro Slackware yang saya pakai sehari-hari juga dapat ber-internet-ria. Metode yang saya sajikan di bawah ini merupakan rangkuman dari thread berikut di forum SLAX. Cukup efektif dan siap pakai. :)

Yang harus dipersiapkan adalah driver untuk adapter-nya, yaitu rt2500.inf dan rt2500.sys. Kedua berkas ini dapat diperoleh di CD instalasi Linksys. Selanjutnya kopi dan letakkan kedua berkas tadi di direktori kerja anda. Kita akan menggunakan bantuan ndiswrapper.

Buka konsol dan jalankan perintah-perintah berikut:

# ndiswrapper -i rt2500.inf
# ndiswrapper -i rt2500.sys
# modprobe ndiswrapper
# iwconfig wlan0 ap 00:00:00:00:00:00 < — diganti dengan kode Access Point yang anda miliki
# iwconfig wlan0 essid SOMESSID < — diganti dengan ESSID anda
# iwconfig wlan0 key open 000a000f00 < — diganti dengan WEP-key anda
# iwconfig wlan0 channel 6 < — diganti dengan channel yang anda pakai
# ifconfig wlan0 up
# dhcpcd -d wlan0

Jika tidak menggunakan DHCP, maka perintahnya akan seperti ini:

# ndiswrapper -i rt2500.inf
# ndiswrapper -i rt2500.sys
# modprobe ndiswrapper
# iwconfig wlan0 ap 00:00:00:00:00:00 < — diganti dengan kode Access Point yang anda miliki
# iwconfig wlan0 essid SOMESSID < — diganti dengan ESSID anda
# iwconfig wlan0 key open 000a000f00 < — diganti dengan WEP-key anda
# iwconfig wlan0 channel 6 < — diganti dengan channel yang anda pakai
# ifconfig wlan0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 up < — diganti dengan IP lokal yang anda pakai
# route add default gw 192.168.1.2 wlan0 < — lakukan ini jika gateway belum diset

Selanjutnya coba ping gateway, beberapa komputer di LAN dan ping ke luar LAN untuk mengecek koneksi.

Bagaimana, berhasil? Mudah-mudahan seperti itu. Tentunya perintah-perintah ini dapat diotomasi dengan menggunakan skrip yang dapat dijalankan sewaktu boot.

Selamat mencoba!

T&T 1: Instalasi Live CD Slackware

Mulai hari ini saya akan mencoba mengasuh sebuah kategori baru yang berjudul T&T (singkatan dari Tips dan Trik). Di kategori ini saya akan menyajikan sejumlah tips dan trik praktis tentang apa saja yang menurut saya menarik, yang saya peroleh dari internet atau sumber-sumber lainnya seperti dari pengalaman saya sehari-hari, obrolan sersan (serius tapi santai) dengan teman-teman, dan lain sebagainya. Jadi tidak melulu berceritakan tentang dunia Teknologi, Komunikasi dan Informasi. Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Indonesia. Mudah-mudahan informasi yang diperoleh di sini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

T&T 1: Instalasi Live CD Slackware

Sebenarnya menginstal Slackware tidaklah sesulit yang dibayangkan orang pada umumnya. Cara yang paling gampang agar distro Linux satu ini dapat berjalan langsung di komputer kita adalah dengan menginstalnya dari Live CD Slackware. Terserah varian mana yang anda gunakan, yang jelas instalasi dapat dilakukan manual sewaktu anda menjalankan Live CD tersebut. Terus, caranya bagaimana? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan yang saya rangkum dari forum SLAX.

  1. Jalankan Live CD Slackware yang ingin anda instal ke komputer. Tunggu sampai proses booting selesai dan Desktop Environment (bisa KDE, Gnome, Xfce, dll.) yang digunakan muncul di hadapan anda.
  2. Persiapkanlah dua partisi hard disk kosong, satu untuk menampung seluruh isi dari Live CD tadi dan satunya lagi untuk swap. Anda dapat menggunakan program partisi yang tersedia di dalam Live CD, seperti QtParted atau GParted. Bisa juga menggunakan cfdisk di konsol. Selanjutnya jangan lupa untuk membuat filesystem di partisi yang bukan untuk swap (ext2, ext3, reiserfs atau xfs). Besar partisi disesuaikan dengan standar yang dipakai oleh Live CD, sementara besar swap biasanya 2 kali besar RAM komputer yang dipakai. Petunjuk untuk mempartisi hard disk sudah banyak tersedia di internet. Silakan tanya kepada Paman Google yang baik hati untuk referensi lebih lanjut. :P
  3. Setelah semuanya dilakukan, mount partisi yang baru dibuat tadi, contoh di /mnt/hda2 (tempat mount dapat disesuaikan dengan kondisi anda masing-masing, dalam hal ini Windows terinstal di hda1). Setelah di-mount, kopilah semua berkas dan direktori Live CD ke partisi yang dimaksud. Copy paste kode berikut jika anda ingin hasil yang cepat.

    cp –preserve -R /{bin,dev,etc,home,opt,lib,root,sbin,usr,var} /mnt/hda2

    mkdir /mnt/hda2/{boot,mnt,proc,sys,tmp}
    cp /boot/boot/vmlinuz /mnt/hda2/boot

  4. Kemudian mount proc dan dev, chroot hda2 dan konfigurasi boot loader LILO.

    mount -t proc proc /mnt/hda2/proc
    mount –bind /dev /mnt/hda2/dev
    chroot /mnt/hda2
    liloconfig

  5. Dalam kondisi ter-chroot, edit berkas /etc/lilo.conf dan simpan melalui editor favorit anda. Contoh berkas lilo.conf yang sederhana:

    boot = /dev/hda
    prompt
    timeout = 300
    vga=791

    image = /boot/vmlinuz
    root = /dev/hda2
    label = SLAMPP
    read-write

    other = /dev/hda1
    label = Windows
    table = /dev/hda
    boot-as=0×80

  6. Lalu, jalankan perintah /sbin/lilo -v untuk mengaktifkan konfigurasi LILO.
  7. Jika tidak ditemukan kesalahan, LILO anda sudah terinstal dan siap digunakan. Keluar dari chroot dengan mengetik perintah exit di konsol. Anda akan kembali ke lingkungan kerja Live CD.
  8. Ketik perintah reboot untuk me-restart komputer anda. Mari berdoa semoga tidak terjadi kesalahan yang berarti. :)
  9. Tampilan menu LILO pun muncul menampilkan link ke sistem operasi distro linux Slackware dan Windows. Pilihlah yang linux untuk mentes apakah instalasi yang dilakukan tadi berjalan dengan baik.
  10. Selamat mencoba!

Lalu apa yang terjadi jika instalasi tidak berjalan semulus yang dibayangkan?

Jangan panik, bacalah selalu pesan kesalahan yang ditampilkan. Biasanya anda akan mengetahui permasalahannya ada di mana. Bila tidak bisa diselesaikan sendiri, jangan segan-segan untuk bertanya pada yang lebih tahu. :)

Apakah Live CD Slackware tadi tidak memiliki program instalasi yang menjalankan semua proses instalasi di atas secara otomatis?

Sebagian besar distro itu sudah memiliki program yang dimaksud. Untuk itu silakan mencari informasi lebih lanjut di website pengembangnya. Jika tidak tersedia, cara manual di atas adalah cara yang paling efektif.

Apakah cara ini dapat diterapkan di distro lainnya selain Slackware?

Saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi secara prinsip, hal yang sama dapat dilakukan pada distro lainnya. Ada yang mau mencoba? ;)