Tadim dan Mushalla baru

Tidak banyak yang dapat saya lakukan pada hari ini. Berhubung tidak ada kuliah, sebagian besar waktu saya habiskan di rumah dengan melakukan berbagai kegiatan ringan seperti internetan, melipat pakaian yang baru aja dicuci beberapa hari yang lalu, dan kemudian membaca beberapa buku pelajaran. Soalnya pada awal Januari nanti, ada dua ujian yang harus saya ikuti. Mau tak mau, belajarnya pun sudah harus mulai dicicil dari sekarang. Lagi pula sebentar lagi sudah masuk libur musim dingin. Jadi waktu yang ada mesti dipergunakan dengan sebaik mungkin.

Oleh karena tidak banyak kerjaan, sorenya sampai sempatkan untuk berkunjung ke kantornya Pak Hamdi di Zuidplein. Tentunya sebelum ke sana, saya mesti telepon beliau dulu. Karena kalau tidak begitu, ada kemungkinan beliau tidak di kantor. Yep! beliau orang sibuk, sehingga sering keluar kantor untuk keperluan bisnis travelnya. Kebetulan hari ini beliau ada di kantor. Ya udah, tepat jam 15.15 saya pun meluncur ke sana dengan menggunakan sepeda. Dingin juga sih diluar, tapi untung ada jaket, muts dan sarung tangan, sehingga tidak terasa dingin lagi dan saya pun dapat bersepeda ria he..he..

Perjalanan ke sana dengan menggunakan sepeda memakan waktu lebih kurang 20 menitan. Setelah melewati jembatan Erasmus, perjalanan pun terasa sedikit lebih ringan, karena selanjutnya banyak jalan yang menurun. Sesampainya di sana, saya segera memanaskan badan dan minum teh. Kantor Pak Hamdi terkadang seperti rumah aja, karena di sana saya praktis dapat melakukan apa saja. Mau minum, tinggal minum. Mau makan, juga begitu. Tak lama kemudian Pak Hamdi menawarkan saya makan malam di luar. Tentunya ke tempat di mana kita biasa makan sebelum-sebelumnya, yaitu sebuah restoran Turki di jalan Nieuwe Binnenweg, Tadim. Tapi sebelum ke sana, Pak Hamdi dan saya mesti melihat sebuah tempat yang rencananya nanti akan dibeli oleh pengajian ISR Marconiplein untuk dijadikan mushalla baru. Di sana sudah menunggu Pak Sjofjan dan Ikhsan. Tempatnya lumayan strategis dan bagus. Sewaktu Pak Sjofjan bertanya kepada kita, bagaimana kalau tempat ini dibeli saja segera. Saya pun langsung mengiyakannya. Jadi, tempatnya itu terletak di jalan Mathenesserlaan 278. Sebuah rumah bertingkat 3 yang dibangun jauh sebelum Perang Dunia II. Untuk tepatnya, rumah tersebut dibangun pada tahun 1915. Kalaupun nantinya jadi dibeli, tidak banyak yang harus direnovasi, karena kondisi dan tata ruang dari rumah itu sudah lumayan bagus dan sesuai dengan harapan. Cukup lama juga kita diberi waktu oleh makelarnya untuk melihat isi rumah itu. Setelah itu, kita, saya, Pak Hamdi, Pak Sjofjan dan Ikhsan, makan malam bersama di Tadim.

Di sana kita memesan menu Sultana yang berisikan berbagai macam daging, mulai dari daging ayam, sapi hingga kambing. Semuanya di-grill. Hmmm…lezat! Saya aja sempat nambah beberapa kali. Begitupula dengan yang lainnya. Tak terasa waktu cepat berlalu, selesai makan, kita pun kembali ke rumah masing. Pak Hamdi mengantarkan saya sampai ke rumah dengan mobilnya, sementara sepeda terpaksa saya letakkan dulu di kantor Pak Hamdi. Insya Allah, Jumat yang akan datang, saya akan ke sana lagi dan pergi shalat Jumat bersama-sama dengan beliau.

Kesimpulan, hari ini lumayan menyenangkan karena bisa makan enak he..he..